Kumpulan Poster-poster Film Malaysia

Pemenang Indonesian Movie Awards 2011

http://astridiary.files.wordpress.com/2010/09/reza-rahardian.jpg




Selasa (10/5/2011) malam acara 'Indonesian Movie Awards 2011' digelar. Ini dia daftar para pelaku film yang akhirnya terpilih sebagai jawara.

Dalam ajang tersebut ada 8 kategori perhargaan terbaik dan 6 kategori penghargaan terfavorit. Leila Salikha Chudori, Teddy Soeriaatmadja, Ratna Riantiarno dan Salman Aristo berada di deretan kursi juri. Sementara aktor kawakan Didi Petet dipilih sebagai ketua dewan juri.


http://images.detik.com/content/2011/05/11/229/ima2d.jpg



Daftar Pemenang Kategori Terbaik

Pemeran Utama Pria Terbaik
Reza Rahardian film '3 hati 2 Dunia 1 Cinta'

Pemeran Utama Wanita Terbaik
Titi Sjuman film 'Minggu Pagi di Victoria Park'

Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Tio Pakusadewo film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Happy Salma film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'

Pendatang Baru Pria Terbaik
Rangga Djoned film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita'

Pendatang Baru Wanita Terbaik
Fitri Bagus film 'Minggu Pagi di Victoria Park'

Pasangan Terbaik
Griffit Patricia & Yehuda Rumbindi film 'Tanah Air Beta'

Pemeran Anak-Anak Terbaik
Angga Putra film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini'


Daftar Pemenang Kategori Terfavorit

Pemeran Utama Pria Terfavorit
Vino G Bastian film 'Satu Jam Saja'

Pemeran Utama Wanita Terfavorit
Wulan Guritno film 'Demi Dewi'

Pendatang Baru Pria Terfavorit

Ihsan Taroreh film 'Sang Pencerah'

Pendatang Baru Wanita Terfavorit
Ella Hamid film 'Minggu Pagi di Victoria Park'

Soundtrack Terfavorit
Cinta Takkan Salah' Gita Gutawa & Derbi Romero film 'Love In Perth'

Film Terfavorit
'3 hati 2 Dunia 1 Cinta' Benni Setiawan


(yla/yla)



sumber :http://movie.detikhot.com/read/2011/05/11/072956/1636933/229/ini-dia-pemenang-indonesian-movie-awards-2011?991101mainnews

FPI Jabar Tolak Film "?"

Tribunnews.com
Syukuran film "?"

BANDUNG, KOMPAS.com--Seratusan aktivis Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, mereka menolak peredaran film "?" (baca: tanda tanya), Selasa.

<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a3126491&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=951&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a3126491' border='0' alt='' /></a>

"Film itu menyerang dan mencederai umat Islam. Kami tidak bisa menerimanya, konsekuensinya film itu harus ditarik dari peredaran," kata Koordinator Aksi FPI Abdul Kohar.

FPI Jawa Barat menyatakan dengan tegas menolak pemutaran film "?" karya sutradara Hanung Bramantyo itu di bioskop-bioskop di Jawa Barat.

Selain itu, massa juga menyeru agar Disparbud Kota Bandung dan bioskop-bioskop di Kota Kembang untuk tidak memutar film tersebut.

"Bila tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan melakukan ’sweeping’ ke bioskop pemutar film itu," kata Abdul Kohar.

Pada kesempatan itu, FPI memberi batas waktu selama tiga hari bagi bioskop-bioskop di Bandung dan umumnya di Jawa Barat untuk menarik peredaran film tersebut terhitung mulai Selasa (10/5).

"Kami tidak bisa menerima film tersebut karena jelas mencederai umat Islam. Batas waktunya tiga hari untuk menarik peredaran film itu dari wilayah Jawa Barat," katanya.

Pada kesempatan itu, FPI mengkritisi Lembaga Sensor Film (LSF) yang telah meloloskan film itu, padahal terdapat beberapa materi dan adegan yang mencederai umat Islam.

Sementara itu Arifin, salah seorang aktivis FPI menyebutkan, FPI memiliki tim yang bertugas untuk melakukan pemantauan film sehingga film tersebut tidak luput dari pengamatan tim itu.

"Tim ahli FPI memantau film tersebut, hal itu sebagai bentuk langkah antisipatif kami dalam menyelamatkan umat dan generasi muda," kata Arifin. (Kompas.com)

10 Tokoh Film Anak Paling Mengerikan



Di Hollywood sana, tokoh anak yang dihadirkan dalam sajian film, memang tak selalu identik sebagai sosok yang baik, penurut dan santun. Tapi justru sebaliknya. Karekter itulah yang melahirkan film dengan tema beragam.

Dari mulai kisah anak “kutukan”, yang memang terlahir bengis, anak yang kerasukan ruh jahat hingga anak korban kekerasan yang kelak melahirkan sebuah kekerasan baru, menjadi sajian kisah yang menarik untuk disimak.

Apa sajakah film-film itu, berikut 10 film yang mengusung kisah dari tokoh anak jahat yang membuat penonton dewasa ketakutan dibuatnya.

1. Alice Spages (Alice, Sweet Alice, 1976)
Alice yang masih berumur 12 tahun, dengan brutalnya mencekik kakak perempuannya karena faktor cemburu. Gadis lugu ini nekat membunuh kakaknya, lalu membiarkannya tergeletak di gereja yang kemudian dibakarnya. Semua itu karena kecemburuan Alice kepada sang kakak yang lebih cantik dari dirinya. Film ini memperlihatkan sosok Alice yang mengenakan mantel kuning serta topeng plastik.

2. Rhoda Penmark (The Bad Seed, 1956)
Rhoda Penmark, seorang gadis cilik yang terbiasa mendapatkan segalanya dari orang tuanya. Suatu kali, ketika keinginannya tak terpenuhi, ia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya itu. Bahkan sampai membunuh. Siapa yang menyangka penampilan lugu, cantik dan lucu seperti Rhoda ini ternyata adalah pembunuh berdarah dingin.

3. The Brood (The Brood, 1979)
Ini adalah dunia mimpi buruk di mana seorang psikoterapis gila telah mengembangkan teknik yang memungkinkan pasien untuk membuat manifestasi fisik dari emosi negatif mereka. Contohnya, dalam kasus seorang wanita miskin, muncul sebagai mutan pembunuh yang punya kemampuan bertelepati.

4. Regan MacNeil (The Exorcist, 1973)
Regan MacNeil adalah seorang gadis kecil yang menggemaskan. Hingga suatu hari, ia berubah setelah kerasukan setan akibat ritual pengusiran setan yang bersemayan dalam tubuhnya. Ada satu adegan yang menyeramkan, yaitu ketika Regan memutar kepalanya hingga 360 derajat.

5. Charlie McGee (Firestarter, 1984)
Tidak ada yang mampu menulis cerita menyeramkan seperti Stephen King. Ia sukses menulis The Shining, Children of Corn, dan Pet Cemetary. Kali ini ia menulis tentang seorang anak kecil (yang diperankan Drew Barrymore) bernama Charlie McGee. Akibat eksperimen yang dibuat pemerintah, ia mampu melakukan telekenisis. Dalam hal ini ia mampu memunculkan api dari kemampuannya tersebut dan menyerang orang-orang yang telah menyakitinya.

6. Henry Evans (The Good Son, 1993)
Setelah kesuksesan film Home Alone, nama Macaulay Culkin sebagai bintang cilik, diuji di film ini. Kalau di film Home Alone ia terlihat sebagai anak menggemaskan dan lucu, sementara di film The Good Son, ia mampu mengembangkan aktingnya dalam peran menyeramkan. Di sini ia berperan sebagai sosok anak kecil yang sadis, jahat sekaligus lugu. Kegemarannya menyiksa binatang hingga mengancam nyawa sepupunya, Mark Evans. Awalnya, semua itu dilakukannya karena ia menikmatinya. Lama-kelamaan, muncul sifat cemburu terhadap Mark, sehingga mengancam nyawa sepupunya tersebut.

7. Damien Thorne (The Omen, 1976)
Sosok menggemaskan dan lugu ini bernama Damien Thorne. Tak disangka ia lahir sebagai Antichrist (yang diyakini agama Kristen/Katolik sebagai titisan iblis yang lahir ke bumi). Kedua orang tuanya tak menerima ketika anaknya ini ingin dibunuh berbagai pihak hanya karena ia terlahir sebagai Antichrist. Namun perlahan, tindak tanduknya mulai mencurigakan dan membahayakan orang-orang yang ingin mengincarnya. Kematian demi kematian, menghantui orang-orang yang mencoba menyingkirkannya.

8. Samara (The Ring, 2002)
Hantu anak perempuan itu bernama Samara. Sewaktu kecilnya, ia dibunuh sang ibu karena diyakini telah membawa kutukan. Mayatnya yang dibuang di sebuah sumur. Hantunya selalu mengintai orang-orang yang menonton video kutukan yang menampilkan sosok Samara keluar dari sumur. Sehingga orang-orang yang menontonnya, akan tewas setelah menonton video tersebut.

9. Claudia (Interview with the Vampire, 1994)
Tom Cruise dan Brad Pitt yang tampil di sini, ternyata harus berbagi perhatian, karena ternyata sosok Kirsten Dunst yang sebagai vampir kecil, lebih menyita perhatian penonton kala itu. Karakter Claudia, sebenarnya mengundang iba, karena ia sendiri tak ingin menjadi vampir.

10. Michel Myers (Halloween, 2007)
Halloween di tahun 1978 menjadi salah satu film horor yang paling menakutkan. Hingga akhirnya dibuat remake di tahun 2007 yang menceritakan tentang masa kecil Michael Myers yang tega membunuh keluarganya.

Inilah 5 Film dengan Tema Pernikahan Terbaik

Selama ini film bertema pernikahan selalu dicap klise. Setiap karakter wanita di dalam film pernikahan digambarkan memiliki masalah emosi, suka mengomel, dan tidak merasa nyaman. Kemudian, jalan cerita selalu diakhiri dengan adegan salah satu karakter utama tergesa-gesa pergi ke bandara atau stasiun kereta api dan membuat pengakuan cinta di menit-menit akhir.

Meski demikian, tidak semua film bertema pernikahan terjebak dalam hal-hal tersebut. Beberapa di antaranya dikemas dengan bahasa yang cerdas, humoris dan memiliki inovasi. Seperti dikutip dari Associated Press, berikut adalah lima film pernikahan terbaik.


1. The Philadelphia Story (1940).

Film ‘The Philadelphia Story’ adalah salah satu film komedi romantis klasik yang sangat terkenal hingga saat ini dan pernah menyabet dua Piala Oscar. Film yang disutradarai George Cukor dan ditulis oleh Philip Barry tersebut diperankan aktor dan aktris ternama Hollywood, seperti Cary Grant dan Katharine Hepburn.

Film ini menceritakan tentang seorang sosialita bernama Tracy Lord (Katharine Hepburn) yang akan menikah kembali. Namun, mantan suami Tracy, C.K. Dexter Haven (Cary Grant) tiba-tiba muncul tepat sebelum upacara pernikahan dan membuat seluruh rencana Tracy berantakan. Film ini dinilai memperlihatkan lebih dekat tentang kehidupan masyarakat kelas atas.


2. The Princess Bride (1987)

Film ‘The Princess Bride’ adalah film animasi dongeng dengan casting yang bagus, detail yang pandai, serta dibuat dengan energi dan hati yang luar biasa. Film ini juga dinilai sebagai salah satu film terbaik yang pernah disutradarai Rob Reiner.

Film ini dimulai saat sang kakek (Peter Falk) menceritakan sebuah dongeng sebelum tidur kepada cucunya (Fred Savage). Dongeng tersebut berkisah tentang seorang putri, perkelahian pedang, bajak laut, dan cinta sejati.

Singkat cerita, seorang wanita cantik, Buttercup (Robin Wright) akan menikahi Pangeran Humperdinck (Chris Sarandon). Namun, cinta sejati Buttercup hanya dipersembahkan kepada Westley (Cary Elwes), pria yang dikira telah meninggal.


3. Muriel’s Wedding (1994)

Film ‘Muriel’s Wedding’ dibintangi dua artis yang sama-sama baru mendapatkan peran besar di layar lebar, yakni Toni Collette dan Rachel Griffths.

Meski demikian, keduanya memperlihatkan chemistry yang bagus dalam film yang bercerita tentang persahabatan wanita dan pemujaan terhadap grup musik ABBA tersebut. Film ini menampilkan karakter utama bernama Muriel Heslop (Toni Collete).

Heslop adalah wanita bertubuh tinggi dan memiliki kepribadian yang aneh. Heslop yang selama ini tidak pernah merasakan kisah romantis bertekad keluar dari kesengsaraannya dan bermimpi bisa berjalan di altar suatu saat.

Namun, ada satu masalah. Heslop tidak pernah berkencan selama hidupnya. Singkat cerita, Heslop bertemu dengan sosok Rhonda yang berhasil mengeluarkannya dari kehidupan yang menyedihkan. Mereka pun akhirnya menjadi sahabat baik. Film yang disutradarai oleh P.J Hogan ini dinilai manis, lucu, menyayat hati, dan sangat jujur.


4. Corpse Bride (2005)

Film ‘Corpse Bride’ menggabungkan stop-motion animasi yang dikerjakan secara seksama dengan teknologi digital. Gabungan keduanya membuat setiap inci dari film arahan sutradara Tim Burton ini terlihat indah, aneh, tajam, dan dengan cerdas merefleksikan gaya humor sang sutradara yang gelap dan berbeda.

Film ini juga diisi oleh suara aktris dan aktor ternama, seperti Johnny Depp dan Helena Bonham Carter. Film ‘Corpse Bride’ bercerita tentang pemuda pemalu yang harus memilih di antara dua wanita.

Wanita pertama adalah yang dijodohkan sang orangtua. Sementara itu, wanita yang kedua adalah sesosok (mayat hidup) dari Land of the Dead yang tidak sengaja menjadi istrinya. Film ‘Corpse Bride’ didukung musik karya komposer Danny Elfman yang semakin menghidupkan film tersebut.


5. Wedding Crashers (2005)

Film ‘Wedding Crashers’ adalah film yang menggambarkan pernikahan dari perspektif pria. Film ini bercerita tentang dua pria datang merusak sebuah pesta pernikahan dan ikut menikmati makanan serta minuman gratis.

Sangat sulit untuk menolak chemistry antara dua pemeran utama film ini, yakni Vince Vaughn dan Owen Wilson. Keduanya membawa energi subversif (merusak) ke dalam film yang justru membuat film lebih terlihat improvisasi. Penampilan Vaughn dan Wilson juga didukung akting apik pemeran lainnya, seperti Rachel McAdams, Bradley Cooper, Christopher Walken, dan Isla Fisher.

FPI: Film '?' Haram Ditonton karena Menyesatkan

(Foto: Ist)
(Foto: Ist)

JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) menyerukan agar film ’ (tanda tanya) diboikot. Bahkan FPI mengharamkan film garapan Hanung Bramantyo ini untuk ditonton.

“Film ? adalah film liberal yang sesat dan menyesatkan sehingga haram ditonton oleh umat,” tegas Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Selon, di Gedung Film, Pancoran, Jakarta, Jumat (15/4/2011).

FPI juga meminta agar seluruh kru film ? termasuk para produsernya untuk meminta maaf karena telah melukai perasaan umat Islam. Bahkan jika Erick Tohir yang juga pemilik Harian Republika tidak meminta maaf, FPI menyerukan untuk memboikot semua medianya.

“Mereka harus meminta maaf pada umat Islam atau kita akan memboikot Erick Tohir dan semua medianya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Banser NU memprotes konten film di mana salah satu dialog mengatakan menjadi anggota Banser adalah pekerjaan. Padahal kenyataannya, menjadi Banser NU tidak dibayar dan untuk menjadi anggota butuh pelatihan.

Ketua GP Ansor, Nusron Wahid, sudah mengklarifikasi dan meminta Hanung untuk mempelajari lebih dalam soal organisasi di bawah Nahdlatul Ulama itu. Protes tidak hanya datang dari GP Ansor atau Banser, melainkan juga dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bahkan MUI mengancam akan memfatwa haram film ?, lantaran pesannya dapat mendangkalkan akidah umat Islam. Kini, FPI pun mengharamkan film ? ditonton, karena menyesatkan.(nov)

10 Film adaptasi game terburuk dalam sejarah

Impian kita sebagai seorang gamer sebenarnya sangat sederhana jika membicarakan masalah film adaptasi ini. Kita hanya menginginkan film yang benar-benar menggambarkan judul yang disandangnya. Jika memang bisa menyesuaikan plot, sesuaikanlah! Jika mampu menciptakan karakter yang mirip, ciptakanlah! Akan lebih baik lagi jika sampai mampu menghasilkan pengalaman yang sama seperti saat memainkannya. Tetapi, apa yang justru sering kita dapatkan? Kekecewaan besar.

Sulit sekali menemukan film adaptasi game, khususnya yang berasal dari Hollywood yang berakhir dengan rasa puas para gamer yang menontonnya. Kebanyakan yang hadir justru mendapatkan pembelokan plot dan karakter yang membuat keseluruhan cerita menjadi kacau balau. Apakah sebegitu sulitnya menciptakan sebuah film yang sesuai dengan gamenya? Sepertinya iya, karena 10 film adaptasi game terburuk ini akan memberikan Anda sedikit gambaran.

10. Final Fantasy : Spirits Within
http://hermawayne.blogspot.com
Saya tidak tahu apa yang ada di kepala Square ketika merilis film ini. Berani membawa nama Final Fantasy, berarti berani menghadirkan apa yang tergambarkan di semua kepala gamer. Apa yang gamer pikirkan ketika mendengar nama Final Fantasy? Saya sudah membayangkan Bahamut berukuran besar, theme song, limit break, dan elemen RPG yang kental. Namun, apa yang gamer dapatkan ketika film ini dirilis? Sebuah tanda tanya terbesar di dunia. Tidak ada kaitan sama sekali dengan seri game Final Fantasy, tidak ada sedikit pun. Yang saya sukai dari film ini hanya satu, soundtrack dari Lar’c en Ciel.

9. Max Payne
http://hermawayne.blogspot.com
Max Payne adalah salah satu karakter paling cool, namun sekaligus kontroversial di dunia game. Ketika saya mendengar akan ada versi filmnya, saya mulai membayangkan kekejaman Payne yang dipadukan dengan skill bullet time-nya yang fenomenal. Apalagi dibintangi oleh Mark Wahlberg yang kualitas aktingnya tidak perlu diragukan lagi. Namun, apa yang saya dapatkan? Sebuah film yang membuat saya hampir tertidur di bioskop. Plot yang aneh, aksi yang sangat sedikit, scene bullet time yang sangat singkat; sama sekali tidak ada yang menggambarkan Max Payne di sini.

8. Hitman
http://hermawayne.blogspot.com
Botak dengan tatapan yang tajam layaknya elang yang mencari mangsa. Agent 47 siap membunuh siapa saja yang ditugaskan organisasi kepadanya. Membayangkan game Hitman yang selalu mampu menghadirkan ketegangan dan ras was-was sepanjang permainan, saya berangkat untuk menikmati film berjudul sama ala Hollywood di bioskop. Kekecewaan saya bahkan sudah dimulai dari casting yang dipilih. Sang pria yang memerankan Agent 47 malah terlihat terlalu “pretty boy”, tanpa ada kesan cool dan kejam. 47 yang seharusnya membunuh secara diam-diam ini juga malah sering terlibat kontak senjata terbuka di filmnya. Sangat bertolak belakang dengan game yang boleh terbilang sudah berhasil dibangun dengan sempurna. Saya malah melihat film ini lebih mirip film-film The Transporter dibandingkan Hitman.

7. Resident Evil
http://hermawayne.blogspot.com
Ini mungkin film adaptasi game terburuk yang masih menyisakan banyak tanda tanya di benak saya pribadi. Pertanyaan terbesarnya adalah: mengapa orang-orang masih singgah ke bioskop dan menonton film ini, membuatnya berkembang menjadi sebuah sekuel tanpa mutu? Resident Evil 1 dan 2 mungkin merupakan puncak kejayaan seri ini. Walaupun karakter utamanya, Alice, tidak pernah muncul di versi video gamenya, saya masih melihatnya sebagai serial spin-off yang sangat menarik. Namun, ketika Resident Evil Extinction dan Afterlife lahir dengan plot yang terasa sangat dipaksakan, film ini tampak “murahan”. Aksi yang sedikit, cerita tidak jelas, akting yang buruk. Saya lebih jatuh cinta dengan Resident Evil versi CGI-nya Capcom.

6. Dead or Alive
http://hermawayne.blogspot.com
Ini adalah sebuah dilema. Dead or Alive memang film yang sangat buruk. Jalinan cerita di dalam film plus pertarungan yang dihadirkan harus diakui memang kelas rendahan. Visualisasi karakternya juga mengecewakan, apalagi karakter Kasumi benar-benar tampak jauh berbeda. Karena hal tersebut, saya memasukkan film ini ke dalam list. Namun harus diakui, Dead or Alive versi film ini mampu menghadirkan pengalaman yang sering dirasakan oleh pria ketika memainkan game ini. Sensualitas yang dijual membuat saya cukup menikmati film ini hingga akhir.

5. Street Fighter: The Legend of Chun-Li
http://hermawayne.blogspot.com
Film ini seharusnya tidak pernah lahir sama sekali. Setelah Street Fighter zaman dulu yang terbilang buruk, saya menaruh harapan yang cukup besar kepada Street Fighter: The Legend of Chun Li yang tentunya hadir dengan teknik dan teknologi yang sudah jauh lebih berkembang. Apalagi, rencana untuk menghadirkan “plot” Street Fighter dalam lingkup dunia nyata juga tampil sangat menarik. Namun, apa yang dibawa oleh film ini? Film aksi; itu saja. Sebagai seorang gamer, saya tidak merasakan apa pun yang terkait dengan Street Fighter. Mengecewakan!

4. King of Fighters
http://hermawayne.blogspot.com
Lagi-lagi sebuah film berdasarkan genre fighting yang harus masuk ke dalam list. King of Fighters buatan SNK merupakan game fighting legendaris dan fenomenal. Siapa yang tidak mengenal Mai Shiranui? Atau Andy dan Terry Boggard? Hampir semua gamer mengenal mereka. Tetapi, ketika nama besar seperti ini harus jatuh ke tangan Hollywood? Saya bahkan hampir menutup mata saat harus menontonnya. King of Fighters versi movie ini sama sekali tidak dapat dinikmati. Akting buruk, karakter yang jelek, plot yang aneh luar biasa. Dua jempol ke bawah!

3. Doom
http://hermawayne.blogspot.com
Wow, Doom! Itu mungkin reaksi pertama saya ketika mendengar game ini akan dibuat versi film layar lebarnya. Siapa yang tidak mengenal Doom? Salah satu game FPS terbaik yang pernah ada tersebut selalu berhasil membawa ketegangan dan sedikir rasa takut ketika memainkannya. Apalagi ketika saya mendengar The Rock dari WWE akan menjadi pemeran utamanya. Sebagai penggemar berat Doom dan WWE, ini adalah kombinasi maut untuk membuat hari saya cerah. Ketika menyaksikannya? Hari saya tak pernah lebih buruk lagi. Semuanya tampak kacau dan murahan, bahkan The Rock-nya sendiri. Ini seperti film Alien dengan budget 1/1000 milik Cameron.

2. Super Mario Bros
http://hermawayne.blogspot.com
Game terbaik belum tentu melahirkan film yang sama baiknya. Game terbaik melahirkan film terburuk, itu lebih mungkin untuk terjadi. Super Mario Bros yang lahir di tahun 1993 adalah salah satu bukti yang paling nyata, sekaligus sebagai monumen awal lahirnya film-film adaptasi game berkualitas sama hingga kini. Semuanya terasa salah di film ini. King Koopa yang berwujud manusia, Yoshi yang menyeramkan, setting kota modern, mobil mirip Twisted Metal, dan ledakan di sana-sini. INI BUKAN MARIO BROS!!!

1. Semua Film Karya UWE BOLL
http://hermawayne.blogspot.com
Uwe Boll
Perhatikan dengan seksama wajah pria di atas. Apakah Anda sudah merasakan kekesalan yang membakar? Atau jangan-jangan Anda belum pernah mengenalnya sama sekali? Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh industri game dan film saat bersamaan hanya satu, mempercayakan hal tersebut kepada Uwe Boll, yang kebetulan adalah pria di atas. Dia adalah mimpi buruk bagi kita semua. Apakah saya terlalu berlebihan? Sama sekali tidak, karena Uwe Boll memang sebuah mimpi buruk yang hidup. Apa pun perannya di dalam sebuah film, entah itu sebagai produser, sutradara, penulis naskah, atau tukang sapu sekali pun (yang ini mungkin berlebihan), film tersebut pasti akan hancur berantakan. Karya-karyanya adalah bukti yang paling nyata.

Yang membuatnya semakin buruk? Uwe Boll sangat tertarik untuk mengadaptasi game ke dalam film. Lihat saja karya-karyanya yang “fenomenal”. Apakah Anda pernah marah ketika menyaksikan Blood Rayne atau Far Cry? Atau mungkin Anda merasa bingung menyaksikan Alone in The Dark dan House of The Dead? Atau Anda jangan-jangan sempat muntah menyaksikan film Dungeon Siege? Semua game keren tersebut hancur berantakan di tangan Boll, seketika. Sayangnya, mimpi buruk ini juga tidak akan cepat berakhir karena Boll adalah orang yang pantang menyerah. Ia berjanji akan terus menghasilkan film-film yang diadaptasikan dari game, dan anehnya beberapa perusahaan publisher masih mau membiayai dirinya. Oh tidak! Jika harus disandingkan dengan dunia game, Uwe Boll mungkin bos tersulit yang harus dikalahkan oleh para gamer untuk menamatkan sebuah game.


Sekian adalah 10 list film adaptasi game terburuk sepanjang masa, yang tentu saja pernah saya saksikan sendiri (sayangnya). Aneh memang jika kita melihat film-film yang bisa menghabiskan dana hingga jutaan dollar seperti ini ternyata hanya menghasilkan sesuatu yang sama sekali tidak bisa dinikmati. Bandingkan dengan film-film fan-made berbudget rendah yang harus diakui malah memiliki kualitas berkali lipat lebih baik. Apakah ini masalah passion? Atau para insan film (khususnya Uwe Boll) memang tidak pernah memainkan game sebelumnya?

sumber