Foto Ledakan Bintang yang Mati

1. Garis X-ray Di Supernova Tycho


Gambar ini berasal dari Observasi Chandra yang sangat mendalam dari sisa-sisa super Tycho. X-ray bertenaga rendah (warna merah) memperluas puing-puing ledakan. Sedangkan X-ray warna Biru menunjukkan gelombang ledakan. Supernova seperti ini tidak pernah dilihat sebelumnya.


2. Supernova Casseopia A


Gambar ini menyajikan komposit sinar-X dari Chandra (merah, hijau, dan biru) dan data optik dari Hubble (emas) dari Cassiopeia A, sisa-sisa bintang raksasa yang meledak dalam supernova.

Inset : Sebuah guntingan dari interior bintang neutron, dimana kepadatan meningkat dari kerak (oranye) ke inti (merah) dan akhirnya ke wilayah di mana 'superfluida' ada (bola merah dalam).


3. Bukti Keberadaan Black Hole


Gambar Komposit menunjukkan supernova dalam galaksi M100 yang mungkin mengandung lubang hitam termuda yang dikenal di lingkungan kosmik kita. Lubang hitam ini lahir dari SN1976C supernova.


4. Bintang Meledak Menjadi Debu


Saat meneliti langit menggunakan teleskop, astronom Universitas Ohio State menemukan sebuah bintang sangat besar yang meledak menjadi debu. Kejadian ini membuktikan bahwa ada bintang yang sangat terang di luar galaksi kita.


5. Supernova Sharpnell di Dalam Meteroit


Gambar ini menggabungkan data yang diambil dalam sinar-X. Nicolas Dhaupas, dai Univeritas Chicago, telah menganalisa kejadian ini dan memperkirakan bintang ini sudah berumur 4,5 miliar tahun.


6. Bintang Baru Terbentuk


Dalam gambar ini terlihat, partikel-partikel gas dari bintang yang sudah meledak, kembali bersatu membentuk sebuah bintang yang baru.


7. Inti Bintang yang Hilang


Gambar ini diambil dari teleskop Hubble Tahun 2004, dan ada keanehan, yaitu bintang ini tidak memiliki inti sehinggan berbentuk seperti cincin


8. Meledaknya Perut Sebuah Bintang


Team Astronomi dari Universitas Collorado meneliti hubungan antara bintang yang berbentuk cincin dengan Supernova 1987A.


9. Bintang Melepas Peluru Kosmik


Dalam gambar dapat dilihat ada peluru kosmis terlepas dari sebuah bintang yang meledak.


10. Bangkai Bintang Teraspu Angin


Sebuah gambar baru dari sinar-X Chandra NASA Observatory dan Spitzer Space Telescope menunjukkan debu dari sisa-sisa bintang runtuh.

Gambar komposit G54.1 0,3 menunjukkan sinar-X dari Chandra dengan warna biru, dan data dari Spitzer dalam warna hijau (panjang gelombang lebih pendek inframerah) dan merah-kuning (lagi panjang gelombang inframerah).

Para ilmuwan berpikir bahwa pulsar (sumber putih di tengah) sedang tersapu oleh angin yang memanas sisa debu supernova.


11. Perbandingan Dua Ledakan


Gambar kiri ledakan bintang besar, dan gambar kanan ledakan bintang kecil. Ledakan bintang kecil lebih simetris, sedangkan ledakan bintang besar tidak simetris (asimetris).


12. Ledakan Stellar


Gambar komposit X-ray dan data optik menunjukkan sisa Supernova.


sumber : http://www.apakabardunia.com/2011/05/foto-foto-menakjubkan-dari-ledakan.html

Ditemukan, Planet Raksasa Tanpa Bintang

Para ahli astronomi mengatakan bahwa mereka telah menemukan planet-planet raksasa yang tidak memiliki bintang induk.

Setelah melakukan pencarian selama dua tahun, ditemukan 10 planet raksasa berukuran Jupiter di bintang terdekat, namun beberapa di antaranya mengambang bebas di galaksi Bima Sakti, alias tidak memiliki bintang induk. Demikian seperti yang dikutip dari AFP.

http://i.okezone.com/content/2011/05/19/56/458621/l9Ho1r7uJV.jpg
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal sains Nature, memberikan pandangan baru atas pengetahuan mengenai planet. Ada lebih dari 500 planet tanpa bintang yang ditemukan sejak tahun 1995, namun penemuan ini adalah kali pertama ditemukan sebuah planet tanpa bintang yang berukuran raksasa.

Teori planet menyebutkan bahwa planet terbentuk dari debu dan gas dari bintang mereka. Jurnal Nature menyebut bahwa planet-planet tanpa bintang ini mungkin adalah planet yang memiliki jarak sangat jauh dari bintang mereka, hingga tidak lagi terpengaruh oleh gravitasi bintang induknya.

Penelitian yang ditulis dalam jurnal sains Nature tersebut, ditulis oleh dua tim yang menggunakan gravitasi tingkat mikro untuk menganalisis 10 juta bintang di galaksi Bima Sakti dalam kurun waktu dua tahun.

Sumber : Ditemukan, Planet Raksasa Tanpa Bintang
techno.okezone.com

Astronom Temukan Planet Berorbit Terbalik

Astronom Amerika Serikat (AS) menemukan planet yang memiliki orbit terbalik di sekitar bintang jauh. Planet ini berputar melawan arah orbit bintangnya.

“Planet ini sangat aneh. Bahkan, planet ini lebih aneh lagi mengingat lokasinya yang sangat dekat bintangnya” ungkap astrofisikawan teoritis Frederic A Rasio di Northwestern University.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1514892.jpg

Bagaimana bisa planet dan bintang memiliki orbit berlawanan? “Ini gila, jelas-jelas melanggar gambaran terdasar planet dan formasi bintang”.

Planet raksasa ini disebut ‘Yupiter panas’. Planet ini mengorbit dekat bintang pusatnya dan kedekatannya nampaknya terkait orbit berlawanannya. Rasio dan rekannya menggunakan simulasi komputer skala besar guna membuat model gravitasinya.

Selain itu, mereka juga mencari tahu cara planet di bintang jauh ini membuat Yupiter panas memiliki orbit yang sangat dekat dan berlawanan. “Hal ini menjadi menarik karena orbit yang terbentuk tak akan seperti itu selamanya. Orbit planet ini bisa saja berubah”.

Kami mengira tata surya merupakan hal umum di semesta. Namun, sejak hari pertama, semuanya tampak aneh di sistem planet luar tata surya, lanjutnya. “Mempelajari sistem lain ini memberi kami konteks betapa unik tata surya kita. Kita benar-benar tinggal di tempat yang khusus,” tutupnya.

Sumber : Astronom Temukan Planet Berorbit Terbalik
teknologi.inilah.com

Angin Pemusnah Galaksi

Observatorium infra merah luar angkasa Herschel milik European Space Agency (ESA) telah mendeteksi pergerakan angin yang terdiri dari molekul gas yang mengalir pergi dari galaksi.

Angin yang sudah dipantau selama bertahun-tahun ini diduga memiliki kekuatan yang cukup untuk memusnahkan galaksi yang terdiri dari gas dan menghentikan pembentukan bintang sejak dini.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/11/110729_hembusan-angin-penyebab-rusaknya-galaksi_300_225.jpg

Angin yang dideteksi Herschel tersebut sangat luar biasa. Sebagian bertiup sangat kencang, dengan kecepatan lebih dari 1.000 kilometer per detik. Angin ini 10 ribu kali lebih cepat dibandingkan dengan badai yang berhembus di Bumi.

“Ini kali pertama aliran gas molekular seperti itu bisa diamati dengan jelas dalam sebuah galaksi,” kata Echard Sturm, peneliti dari Max-Planck Institut, yang mengetuai penelitian, seperti dikutip dari Daily Galaxy.

Temuan ini, kata Sturm, merupakan hal yang penting karena bintang terbentuk dari gas molekular. Sementara aliran angin ini mencuri bahan-bahan milik galaksi yang dibutuhkan untuk membuat bintang baru. “Jika hembusannya cukup kuat, mereka bahkan bisa menghentikan total pembentukan bintang,” ucapnya.

“Dengan Herschel, kini kita bisa mempelajari apa pengaruh hembusan angin ini terhadap evolusi galaksi,” sebut Sturm.

Dari penelitian, disimpulkan bahwa hingga 1.200 kali lipat massa Matahari kita hilang setiap tahunnya akibat hembusan angin dahsyat tersebut.

Jumlah itu sama dengan terkurasnya persediaan gas milik galaksi untuk membentuk bintang antara satu sampai 100 juta tahun ke depan. Padahal, gangguan terhadap pembentukan bintang memiliki efek buruk pada galaksi tersebut.

Angin ini sendiri bisa jadi disebabkan oleh pengeluaran partikel dan cahaya yang sangat intens dari sebuah bintang baru atau bisa juga oleh gelombang kejut yang berasal dari ledakan bintang tua.

Alternatif lain, angin bisa dipicu oleh radiasi yang diakibatkan oleh zat-zat yang berputar kencang di sekitar lubang hitam, di tengah-tengah galaksi.

Bukti-Bukti Kehidupan Awal Bumi Ada di Bulan

Mengetahui bagaimana kehidupan dimulai di planet Bumi adalah salah satu target utama ilmu pengetahuan. Sejumlah peneliti asal Inggris memiliki teori baru. Mereka yakin kunci untuk mengetahui misteri bentuk kehidupan awal di Bumi justru berada di bulan.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/05/110349_ilustrasi-asteroid-berukuran-raksasa-menghantam-permukaan-bumi-_300_225.jpg

Peneliti menyebutkan, batu-batuan yang berasal dari planet Bumi terlempar ke bulan saat asteroid membombardir Bumi dan inner planet (planet paling dekat dengan Matahari) lainnya.

Sebagai informasi, sekitar 4 miliar tahun lalu, terjadi fenomena hujan meteor yang disebut sebagai Late Heavy Bombardment. Ketika itu, planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dihujani oleh ribuan asteroid dan meteorit yang menghantam permukaan planet.

Fenomena sangat mengerikan yang berlangsung selama 300 juta tahun itu memiliki efek beragam pada planet-planet yang ketika itu masih muda, salah satunya adalah pelontaran miliaran ton material dari permukaan planet ke luar angkasa.

Pada kasus Bumi, sebagian material itu kemungkinan berhasil tiba di Bulan. Hipotesis ini sangat masuk akal, mengingat di kutub selatan Bumi pernah dijumpai meteorit yang terbukti berasal dari planet Mars.

Untuk itu, sangatlah mungkin berasumsi bahwa planet-planet terdalam saling bertukar material saat Late Heavy Bombardment. Demikian pula dengan Bumi dan Bulan yang juga saling bertukaran material.

http://bareka.files.wordpress.com/2010/04/bulan.jpg

Menurut sejumlah pakar dari University of London Birkbeck College School of Earth Sciences, material milik Bumi itu telah mendarat di Bulan dengan mulus sehingga memungkinkan tanda-tanda biologis tetap tersimpan dengan baik.

Dikutip dari Softpedia, tim peneliti yang diketuai oleh Ian Crawford dan Emily Baldwin menyebutkan, tanda-tanda biologi itu justru tidak akan mampu bertahan di Bumi karena besarnya dampak tumbukan meteor, erosi akibat angin dan hujan, aktivitas volkanik, gempa bumi, dan penguasaan habitat oleh spesies makhluk hidup lain.

Dalam sejumlah simulasi komputer, tim peneliti menunjukkan sebongkah material yang terpental ke arah Bulan akibat tumbukan asteroid pada bumi akan mendarat di permukaan Bulan dengan kecepatan 2,5 kilometer per detik atau kurang. Dengan temperatur yang ada di Bulan, tidak ada bagian dari material itu yang mendekati tekanan puncak yang mengakibatkan material itu meleleh.

Sayangnya, teori baru ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah sampai manusia kembali pergi ke Bulan, mengumpulkan sampel bebatuan dari sejumlah lokasi, dan membawa pulang ke Bumi untuk dianalisa secara mendalam. Namun, melakukan penelitian seperti itu akan memberikan kita pengetahuan yang luar biasa akan sejarah kehidupan di planet Bumi.


http://fisan.files.wordpress.com/2006/10/bulan-terbelah-1.jpg



sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/05/bukti-bukti-kehidupan-awal-bumi-ada-di.html

Gelombang Radio Aurora Bantu Cari Planet Alien?

Metode itu memungkinkan astronom mencari planet yang mengorbit sangat jauh dari bintang mereka dengan teknik pemanfaatan aurora.



"Aurora telah diamati di seluruh planet dalam tata surya kita. Aurora memiliki medan magnet dan atmosfer signifikan yang bisa digunakan untuk penelitian," ujar Jonathan Nichols, astronom di University of Leicester, Inggris.

Selain dapat dilihat, aurora di Bumi, Jupiter dan Saturunus mengeluarkan emisi radio berbeda. Nichols mengklaim bahwa teleskop radio raksasa di Bumio seharusnya bisa mendeteksi sinyal aorora yang muncul seperi planet Jupiter namun berjarak sekitar 150 tahun cahaya.

"Baru-baru ini, kami mengetahui bahwa teleskop radio ternyata cukup sensitif untuk mendeteksi sinyal alien di sekitar bintan lain," kata Nichols.

Berdasarkan model komputer yang digunakan tim Nichols, ilmuwan menemukan bahwa metode radio-aurora sangat berguna untuk menemukan planet baru berukuran seperti Jupiter yang mengorbit di bintang dengan panjang gelombang ultraviolet.

sumber

Planet Paling Unik di Jagat Raya




Alam semesta terdiri dari bintang dan planet yang tak terhingga jumlahnya. Sebagian berukuran lebih kecil dari planet kita, namun yang jumlahnya lebih besar, jauh lebih banyak. Sifat dan massa planet-planet yang tersebar di seluruh jagat raya juga berbeda-beda. Berikut ini beberapa planet yang paling aneh dan unik yang telah ditemukan astronom.

1.Planet WASP-12b


Planet WASP-12b adalah planet paling panas yang pernah ditemukan. Suhu permukaannya mencapai 3.200 derajat Celcius. Letaknya 870 tahun cahaya dari bumi. Foto: ESA/NASA

2.Planet OGLE-2005-BLG-390L b


Planet OGLE-2005-BLG-390L b adalah planet yang terdingin dan terjauh jaraknya dari bumi, sekitar 28 ribu tahun cahaya. Foto: ESO

3.Planet Dubbed TrES-4


Planet Dubbed TrES-4 merupakan planet terbesar yang diketahui hingga saat ini. Ukurannya 1.7 x planet Jupiter. Jaraknya dari bumi sekitar 1400 tahun cahaya. Foto: Jeffrey Hall, Lowell Observatory

4. Planet Kepler-10b


Planet Kepler-10b, hingga saat ini di ketahui sebagai planet terkecil di luar sistem tata surya. Planet kerdil ini ditemukan pada Januari 2011. Foto: NASA

5. Planet Epsilon Eridani b


Planet Epsilon Eridani b jaraknya sangat dekat dengan bumi, hanya sekitar 10.5 tahun cahaya. Sedemikian dekatnya hingga kita bisa mengamatinya dengan teleskop. Foto: NASA, ESA, G.F. Benedict

6. Planet SWEEPS-10


Planet SWEEPS-10 memiliki kecepatan orbit tercepat. Waktu yang dibutuhkan planet ini untuk sekali mengelilingi bintangnya hanya sekitar 10 jam. Foto: NASA, ESA, A. Schaller (for STScI)

7. Planet GJ 1214b


Astronom memperkirakan seluruh permukaan Planet GJ 1214b tertutup oleh air. Planet yang besarnya 3 kali ukuran bumi ini terletak sekitar 40 tahun cahaya dari bumi. Foto: David A. Aguilar, CFA

8.Planet Paltry

Planet Paltry memiliki 3 matahari. Jaraknya dari bumi sekitar 149 tahun cahaya. Foto: NASA/JPL's Planetquest/Caltech

Puncak Hujan Meteor Lyrid Bertepatan Hari Bumi 22 April Nurvita Indarini - detikNews Puncak Hujan Meteor Lyrid Bertepatan Hari Bumi 22 April Jakar

Puncak Hujan Meteor Lyrid Bertepatan Hari Bumi 22 April

Jakarta - Hujan meteor kembali menyapa warga bumi. Yang menarik kali ini, puncak hujan meteor Lyrid bertepatan dengan Hari Bumi pada 22 April. Ingin menyaksikan fenomena alam ini? Saksikanlah dini hari nanti.

"Hujan meteor Lyrid terjadi sejak 15 hingga 28 April. Nah, puncaknya 22 April saat Hari Bumi," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Jamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (21/4/2011).

Dia menjelaskan, hujan meteor ini bisa disaksikan setelah pukul 00.00 WIB sampai dengan subuh. Kuantitas meteornya memang tidak terlalu banyak, hanya 15 meteor per jam. Namun bagi penggemar astronomi, fenomena ini tentu tak akan dilewatkan.

"Fenomena ini bisa dilihat kalau tidak ada polusi cahaya, cuaca cerah dan medan pandang tidak terganggu," imbuh Jamaluddin.

Bila Anda ingin menyaksikan hujan meteor ini, selepas tengah malam, mendongaklah ke arah timur laut dan utara. Lihatlah ke rasi bintang Lira yang merupakan segitiga musim panas. Rasi ini cukup mudah dikenali karena ada bintang terang bernama Vega.

"Ini berasal dari debu komet Thatcher, terjadi rutin dan tidak terlalu variatif. Kerapatan debu kometnya tidak terlalu banyak berubah atau relatif tetap," terang alumnus Universitas Kyoto Jepang ini.

Karena kecil, penampakan hujan meteor ini seperti bintang berpindah. Yang menjadi penggangu pengamatan hujan meteor ini adalah cahaya bulan, karena saat ini pasca bulan purnama, sehingga cahaya bulan masih relatif terang.

(vit/nrl)

NASA Rilis Penampakan Andromeda Terbaru

Ilmuan NASA belum lama ini merilis penampakan galaksi terdekat dengan galaksi tempat manusia tinggal, Bima Sakti. Andromeda atau Messier 31, nama galaksi itu.

Foto itu merekam bintang-gemintang serupa labirin, termasuk miliaran bintang dan planet di dalamnya. Dominasi warna biru dan keemasan menghiasi Andromeda.

http://www.nasa.gov/images/content/427006main_pia12832-c516.jpg

Laman Daily Mail melaporkan foto Andromeda ini merupakan satu di antara ribuan foto bidikan teleskop super cangih NASA. Sedikitnya ada 2,5 juta foto ruang angkasa termasuk 33 ribu asteroid di antara Mars dan Jupiter yang berhasil dijepret NASA.

"Data ini membuktikan kita banyak memiliki tetangga," kata Pete Schultz, ahli alam semesta dari Brown University, Selasa, 18 April.

Sejak 2009, NASA meluncurkan WISE (Wide-field Infrared Survey Explorer). Teleskop radiasi inframerah ini dibuat seharga 200 juta Euro atau setara Rp 2,5 triliun. WISE mampu menangkap benda ruang angkasa sejauh 2,5 juta tahun cahaya.

Wikipedia mencatat Andromeda memiliki struktur mirip dengan galaksi Bima Sakti, yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya.

Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.

Anda bisa melihat galaksi ini secara kasat mata pada bulan September, Oktober, November. Letaknya ada di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa.

Foto-foto lainnya :

http://www.nasa.gov/images/content/427008main_pia12833-c1-516.jpg
Warped Andromeda


http://www.nasa.gov/images/content/426997main_pia12831-b-516.jpg
At the Heart of Stellar Chaos


http://www.nasa.gov/images/content/427011main_pia12834-c2-516.jpg
The Dirt on Andromeda



http://www.nasa.gov/images/content/427015main_pia12835-d516.jpg

Fornax Galaxy Cluster



http://www.nasa.gov/images/content/426996main_pia12830-a516.jpg

Visitor from Deep Space



http://www.nasa.gov/images/content/427017main_pia12836-v-516.jpg

Ablaze with Infrared Light





sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/04/nasa-rilis-penampakan-andromeda-terbaru.html

November, Asteroid Raksasa Singgahi Bumi

Melihat ukuran dan dekatnya jarak dengan Bumi, para peneliti memberi kategori “asteroid yang berpotensi berbahaya” pada batu luar angkasa berukuran 400 meter itu. (Corbis)


Asteroid 2005 YU55 ditemukan oleh teropong Spacewatch di Lunar and Planetary Laboratory di University of Arizona, Tucson, pada 28 Desember 2005. Benda angkasa berukuran sekitar 400 meter ini terus bergerak menuju ke arah Bumi.

“Diperkirakan, 2005 YU55 akan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada 8 November. Fenomena ini sangat tidak lazim karena ia begitu dekat dan besar,” kata Don Yeomans, Manager of NASA’s Near Earth Object Program Office and the Jet Propulsion Laboratory (JPL), Pasadena, California.

Secara rata-rata, kata Yeomans, seperti dikutip dari Space, 13 April 2011, benda sebesar itu tidak akan melintas dalam jarak sedekat ini (diperkirakan akan mencapai 0,85 lunar distance atau sekitar 326.400 kilometer) setidaknya dalam kurun 30 tahun.

Asteroid 2005 YU55 merupakan asteroid yang berputar secara lambat. Melihat ukuran dan dekatnya jarak dengan Bumi, para peneliti dari Minor Planet Center di Cambridge, Massachusetts, memberi kategori “asteroid yang berpotensi berbahaya” pada batu luar angkasa itu.

“Saat ini kami sudah mempersiapkan kedatangan 2005 YU55,” kata Lance Benner, peneliti spesialis radar imaging of near-Earth objects asal JPL. “Asteroid ini mendekat dari arah selatan, dan ia akan diamati menggunakan radar yang ada di Puerto Rico dan Goldstone, California,” ucapnya.

Melintasnya asteroid dengan magnitude sebesar dan seterang ini, sebut Benner, merupakan yang terdekat sejak tahun 1976 dan hingga tahun 2028 mendatang. “Sebenarnya, tahun 1976 lalu ada asteroid 2010 XC15 yang melintas lebih dekat yakni dalam jarak 0,5 lunar distance, namun tidak ada yang melihatnya,” ucap Benner.

Asteroid itu sendiri baru terdeteksi keberadaannya pada akhir 2010 lalu.

Benner menyebutkan, saat melintas, 2005 YU55 sendiri akan terlalu dekat dengan Matahari sehingga sulit untuk dilihat. Namun, sore hari pada 8 November (Universal Time), diperkirakan sudut antara Matahari dengan asteroid itu akan mencukupi hingga membuat objek itu bisa dilihat.

“Pada 9 November, asteroid itu bisa mencapai magnitude 11 selama beberapa jam sebelum memudar karena jaraknya semakin jauh,” ucap Benner. (SJ)


Vivanews.com

Rekor Penjelajahan Luar Angkasa Selama 50 Tahun

Yuri Gagarin. sciencephoto.com

TEMPO Interaktif, Washington - Terbangnya kosmonot Yuri Gagarin ke angkasa pada 12 April 1961 memulai misi panjang manusia menembus langit. Gagarin mengorbit selama 108 menit sekaligus melambungkan asa manusia untuk menaklukkan luar angkasa.


Selama 50 tahun sejarah penjelajahan luar angkasa, manusia telah menorehkan berbagai rekor. Berikut rekor-rekor tersebut.

John GlennManusia tertua di luar angkasa
Senator Amerika Serikat, John Glenn, berusia 77 tahun ketika pesawat ulang-alik Discovery mengantarkannya ke orbit pada tahun 1998. Glen juga memegang rekor sebagai orang Amerika Serikat pertama yang berada di orbit saat ia terbang selama 88 menit pada tahun 1962.

Manusia termuda di antariksa
Kosmonot Uni Soviet, Gherman Titov, mengorbit di angkasa satu bulan sebelum ulang tahunnya ke-26. Penerbangan tersebut juga menjadikan Titov sebagai orang kedua yang terbang di orbit.

Manusia terlama di ruang angkasa secara berturut-turut
Kosmonot Uni Soviet Valery Polyakov menghabiskan waktu selama 438 hari secara berturut-turut ketika berada di stasiun luar angkasa Mir semenjak Januari 1994 hingga 1995.

Manusia paling singkat di luar angkasa
Alan Shepard pada 5 Mei 1961 mencatatkan diri sebagai manusia paling singkat berada di luar angkasa. Selama penerbangan suborbital, Shepard hanya mengorbit selama 15 menit pada ketinggian 185 kilometer sebelum akhirnya menyentuh Samudera Atlantik. Pada misi berikutnya, Shepard mendarat di permukaan bulan.

Manusia paling jauh dari bumi
Rekor manusia yang berada pada jarak terjauh dari bumi adalah awak misi Apollo 13. Pada April 1970, James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred W. Haise yang berada di dalam modul melayang sejauh 400.171 kilometer dari bumi.

Manusia mengorbit terlama
Kosmonot Uni Soviet, Sergei Krikalev, memegang rekor manusia paling lama di luar angakasa. Catatan menunjukkan Krikalev memiliki "jam terbang" selama 803 hari atau hampir 2 tahun 3 bulan di angkasa. Sementara itu pemegang rekor perempuan dengan "jam terbang" terlama di orbit adalah astronot Peggy Whitson yang berada di luar angkasa selama 376 hari.

stasiun angkasa internasionalWahana paling lama ditinggali di orbit
Rekor ini dipegang oleh stasiun antariksa internasional dan akan terus bertambah. Laboratorium yang merupakan konsorsium belasan negara ini ditempati manusia sejak 2 November 2000.

Manusia paling lama tinggal di bulan
Harrison Schmidt dan Eugene Cernan tinggal selama 75 jam atau hampir tiga hari di permukaan bulan. Kedua orang astronot Amerika Serikat ini merupakan awak misi Apollo 17.

Manusia tercepat di laur angkasa
Awak misi Apollo 10 terbang pada kecepatan 39.897 kilometer per jam relatif terhadap bumi dalam perjalanan pulang ke planet asal. Tiga orang astronot menjadi awak misi ini yaitu Cernan, John Young, dan Tom Stafford.

Penerbangan astronot terbanyak
Rekor ini dipegang oleh dua orang astronot Amerika Serikat yaitu Franklin Chang-Diaz dan Jerry Ross. Kedua orang ini mengorbit sebanyak tujuh kali.

Manusia paling sering melayang di luar angkasa
Kosmonot Rusia Anatoly Solovyew telah melakukan 16 kali melayang di luar wahana yang mengorbit. Secara keseluruhan, Solovyew berada di luar wahana selama 82 jam. Selama itu pula hidupnya terancam dari serpihan bebatuan angkasa yang berseliweran.

Manusia terlama melayang di luar angkasa
Jim Voss dan Susan Helms mencatatkan diri sebagai manusia terlama yang melayang di luar wahana dalam sekali penerbangan. Terhitung kedua astronot ini melayang bebas selama 8 jam 56 menit di luar pesawat ulang-alik Discovery sembari mempersiapkan kedatangan modul baru untuk stasiun antariksa internasional.

Kongkow Manusia terbanyak di luar angkasa
Sebanyak 13 orang berkumpul di stasiun antariksa internasional pada tahun 2009. Rekor pada angka keramat ini tak pernah terpecahkan hingga sekarang.

Perempuan terbanyak di luar angkasa
Pada April 2010, Tracy Caldwell Dyson berlayar ke angkasa untuk bergabung dengan astronot Stephanie Wilson dan Dorothu Metcalf-Lindenburger, dan Naoko Yamazaki di dalam stasiun antariksa internasional. Perjumpaan empat perempuan ini mencatatkan rekor sebagai kongkow perempuan terbanyak di luar angkasa.

Wahana termahal
Stasiun antariksa internasional tercatat sebagai wahana termahal yang pernah dibuat manusia. Laboratorium ini dibangun dengan biaya mencapai US$ 100 miliar. Setengah wajib pajak Amerika Serikat membayar biaya tersebut.

Wahana terbesar
Lagi-lagi stasiun antariksa internasional yang mencatatkan diri sebagai wahana terbesar di luar angkasa. Wahana ini begitu besar, seukuran dengan lapangan sepak bola. Besarnya wahana ini membuat 13 orang pernah berkumpul di wahana ini. Wahana besar ini juga dapat terlihat dari bumi dengan kecerlangan mampu melampaui tingkat kecerlangan planet Venus.

SPACE.COM

Bagaimana Yuri Gagarin Menerabas Antariksa?

Yuri Gagarin, manusia pertama di luar angkasa (kosmosflot.blogspot.com)

VIVAnews - Bulan April ini menandai peringatan setengah abad manusia pertama yang berhasil menembus luar angkasa.

Semua tahu bahwa Yuri Gagarin adalah manusia pertama yang berhasil menerabas luar angkasa. Tapi tak banyak yang mengetahui bagaimana Gagrin berhasil melakukannya.

Situs Space.com membuat infografis yang sangat informatif terhadap upaya awal manusia untuk bisa menaklukan antariksa ini. Berikut ini keterangan dari infografis tadi:

Dengan apa?

Yuri Gagarin berhasil menembus luar angkasa menumpang pesawat luar angkasa Vostok-1. Pesawat luar angkasa ini sebelumnya telah melakukan tujuh misi ujicoba, antara lain membawa binatang dan peralatan, bahkan, beberapa kali di antaranya mengalami kegagalan.

Kapan?

Namun demikian, Vostok-1 kemudian dinyatakan siap untuk membawa manusia pertama. Pada 12 April 1961, pesawat ini diawaki oleh pilot Angkatan Udara Uni Soviet berusia 27 tahun bernama Yuri Gagarin

Apa roket yang meluncurkan Vostok-1?

Saat roket meluncur dari bumi, Vostok-1 didorong oleh roket R-7, yang merupakan misil balistik antar benua pertama di dunia. Roket ini pertama kali dikembangkan oleh Soviet , pada 1950-an untuk membawa hulu ledak nuklir dengan daya jelajah yang bisa mencapai separuh negara di bumi.

See how the first human spaceflight by famed Russian cosmonaut Yuri Gagarin occurred on April 12, 1961.

Bagaimana kondisi Gagarin saat terbang ke luar angkasa?

Setelah meluncur selama 11 menit dan 16 detik dari atas permukaan bumi, Vostok-1 melepaskan diri dari roket. Pesawat luar angkasa ini masuk dalam orbit bumi. Yuri Gagarin sendiri terikat pada sabuk pengaman di kursi lontar di dalam kabin bertekanan berukuran 2,3 meter. Kapsul tersebut dilengkap dengan beberapa tangki cadangan oksigen dan nitrogen, antena-antena, serta perangkat optik untuk melihat bumi.

Apa yang ia lakukan selama di dalam kabin?

Tak seperti kapsul luar angkasa mililk AS, seperti Mercury, pilot Vostok tidak dibebani tugas untuk mengendalikan pesawat luar angkasa. Gagarin lebih mirip sekadar menjadi penumpang. Namun dalam kondisi darurat, ia juga bisa mengendalikan pesawat ini secara manual.

Bagaimana cara Gagarin kembali ke bumi?

Setelah sekali memutari bumi pada jalur orbitnya, Gagarin kembali ke atmosfer bumi. Saat ia mendarat, Gagarin tidak berada di dalam kapsul luar angkasanya. Pada ketinggian 7000 meter di atas permukaan laut, ia melontar keluar (eject) dari kapsul dan mendarat terpisah dengan kapsul, masing-masing menggunakan parasut. Hal ini dilakukan demi alasan keamanan. Namun, hal ini dirahasiakan oleh Uni Soviet hingga bertahun-tahun, bahkan sampa beberapa dekade. (Vivanews.com)

Menakjubkan, Galaksi Bima Sakti Terlihat Kasat Mata

Astronom amatir Juan Carlos Casado merekam penampakan Bima Sakti lewat jepretan kamera. Ia berhasil mengabadikan 9 foto galaksi tempat manusia berpijak di Taman Nasional Canary Island, Spanyol.

Dalam laman Daily Mail terungkap sebuah foto menakjubkan, panorama gugusan bintang serupa debu 360 derajat terlihat menghiasi langit malam di kepulauan tanpa polusi cahaya itu.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/04/07/article-1374106-0B7D2ECB00000578-670_964x334.jpg
Hasil dari penggabungan 9 foto tersebut.

Gugusan bintang tersebut penuh warna. Menurut para ahli astronomi, penampakan itu adalah keajaiban malam yang sangat langka. Bayangkan galaksi tempat triliunan bintang dan miliaran planet terlihat secara kasat mata.

Bimasakti adalah galaksi tempat planet bumi berpijak. Galaksi ini sungguh besar. Bintang-bintang di dalam Bima sakti berwarna merah atau kuning.

Bimasakti berbentuk pusar. Terdapat empat tangan. Atau dikenali sebagai "Tangan Pemburu" (Hunter Arms). Kumpulan planet yang dikenali sebagai "Sistem Suria" terletak pada tangan ini, dan Bumi kita adalah satu daripada planet-planet di dalam kumpulan ini.

Sistem Suria kita terletak sedikit agak jauh daripada pusat galaksi ini. Matahari (dan sistem Suria kita) mengelilingi pusat galaksi ini, dan menyempurnakan satu putaran setiap 220 juta tahun atau lebih.

sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/04/bima-sakti-terlihat-kasat-mata.html

Cara Lolos dari Black Hole

Medan magnet yang ditemukan cukup kuat untuk merebut sebagian partikel dan melemparkannya.

[Image: 108471_cygnus-x1-sedang-menghisap-partik...00_225.jpg]
Medan magnet tengah menyemburkan partikel yang akan terjerumus ke lubang hitam Cygnus X1.

Sebuah unsur yang sangat panas telah terdeteksi oleh observatorium sinar gamma integral milik European Space Agency, dalam hitungan milidetik sebelum ia terjerumus ke ruang antah berantah di dalam lubang hitam (black hole).

Temuan ini mengungkapkan adanya sebuah struktur medan magnet yang menyediakan kesempatan lolos bagi partikel-partikel yang disedot oleh black hole.

Dari pengamatan, beberapa ratus kilometer dari pusat lubang hitam, ruangan di sekitar merupakan kawasan penuh badai partikel dan radiasi. Badai raksasa yang terdiri dari partikel jatuh ke dalam lubang hitam dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Akibatnya, temperatur naik ke angka jutaan derajat Celcius.

Umumnya, dibutuhkan hanya satu milidetik saja bagi partikel untuk mencapai titik tersebut. Namun kini astronom mendapati bahwa kawasan yang bergejolak itu juga memiliki medan magnet yang menyediakan jalan keluar bagi partikel yang terhisap.

“Temuan adanya emisi yang terpolarisasi dari pancaran black hole adalah temuan unik,” kata Christoph Winkler, Integral Project Scientist ESA, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 8 April 2011. “Ini pertamakalinya medan magnet teridentifikasi sangat dekat dengan lubang hitam,” ucapnya.

Penemuan itu sendiri diawali ketika Philippe Laurent, ketua tim peneliti dari Institute for Research into the Fundamental Laws of the Universe (IRFU) di Perancis tengah mengamati black hole Cygnus X-1. Ketika itu, Laurent dan rekan-rekannya melihat bahwa ia sedang menggerogoti sebuah bintang yang ada di dekatnya dan “memakan” gas milik bintang itu.

Dari bukti yang mereka temukan, terungkap bahwa medan magnet yang ada cukup kuat untuk merebut sebagian partikel dari gaya gravitasi raksasa milik lubang hitam dan melemparkannya ke luar, membuat sebuah semburan partikel ke ruang angkasa bebas.

“Kami perlu menggunakan hampir seluruh pengamatan yang telah dibuat oleh Integral terhadap Cygnus X-1 untuk melakukan pendeteksian ini,” kata Laurent. “Kami belum mengetahui persis bagaimana partikel yang jatuh diubah menjadi semburan. Masih banyak perdebatan yang terjadi di kalangan pengamat, dan penelitian lebih lanjut akan membantu membuat kesimpulan,” ucap Laurent.

Sebelum ini, semburan di sekitar black hole pernah ditangkap oleh teleskop radio, namun observasi seperti itu tidak bisa melihat black hole dalam detail yang cukup untuk mengetahui seberapa dekat black hole itu dengan sumber semburan. “Ini membuat penelitian integral menjadi sangat berharga,” ucap Laurent.

http://mintabuka.com/showthread.php?tid=1151