Cara Menjaga Paru-paru Agar Tetap Kuat

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Paru-paru merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi vital dalam menunjang kehidupan. Untuk itu kondisinya harus dijaga agar tetap sehat dan kuat.

"Paru-paru merupakan organ yang tahan lama asalkan ia tidak diserang dari luar dan dirawat dengan benar," ujar Norman H Edelman, MD selaku kepala medis dari American Lung Association (ALA), seperti dikutip dari Health.com, Jumat (20/5/2011).

Namun sayangnya banyak masyarakat yang belum menyadari hal ini, sehingga tanpa disadari beberapa kebiasaannya justru bisa merusak paru-paru. Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk menjaga paru-paru agar tetap sehat dan kuat yaitu:

Jangan merokok jenis apapun
Dr Edelman menuturkan tidak ada batas yang aman ketika seseorang merokok, dan semakin sering ia merokok maka risiko paru-parunya menjadi rusak akan semakin besar. Hal ini tidak hanya sebatas rokok saja, tapi juga mencakup cerutu atau ganja yang bisa membahayakan paru-paru.

Menjaga udara tetap bersih
Udara yang bersih akan mengurangi risiko paru-paru terpapar benda asing dari luar yang bisa merusaknya. Untuk itu hindari penggunaan kendaraan bermotor dan menghentikan kebiasaan membakar kayu atau sampah. Serta mewaspadai ancaman polusi udara dari lingkungan.

Melakukan olahraga
Semakin baik kebugaran kardiorespirasi seseorang maka akan semakin mudah bagi paru-paru untuk menjaga jantung dan otot yang mensuplai oksigen. Selain itu olahraga teratur sangat penting dan membantu bagi orang dengan penyakit paru-paru kronis.

Meningkatkan udara di dalam ruangan
Udara di dalam ruangan juga bisa mempengaruhi kesehatan paru-paru, seperti karpet yang tidak bersih, penyegar ruangan dengan bahan kimia berbahaya, penggunaan lilin berlebihan atau adanya pengerjaan bangunan. Untuk itu berikan ventilasi yang baik untuk ruangan dan mengurangi sumber-sumber yang berpengaruh terhadap paru-paru.

Mengonsumsi makanan yang tepat
Ada bukti bahwa makanan yang kaya akan antioksidan merupakan sumber yang baik untuk paru-paru. Dr Edelman menuturkan semua sayuran bagus, tapi sayuran berdaun hijau memiliki banyak antioksidan dan memiliki efek perlindungan. Sumber ini sebaiknya berasal dari makanan dan bukan suplemen.

Menggunakan alat pelindung diri saat bekerja
Banyak pekerjaan yang menempatkan pekerjanya pada risiko masalah di paru-paru, seperti pekerja konstruksi hingga penata rambut. Untuk itu kenakan alat pelindung diri misalnya dengan masker yang disesuaikan dengan jenis pekerjaannya sehingga bisa menghalangi masuknya partikel ke tubuh.

Menggunakan produk yang aman
Beberapa produk rumah tangga kadang mengeluarkan partikel atau gas yang berbahaya bagi paru-paru. Usahakan untuk menghindari produk yang berbahan dasar minyak, produk yang melepaskan senyawa organik mudah menguap (volatile organic compound/VOCs), hindari penggunaan amonia dan membaca label dengan teliti. (Detikhealth.com)

Mendeteksi Cemaran Bakteri di Air dengan Ponsel

img
(Foto: thinkstock)

Wisconsin, Liquid Chrystal Display (LCD) yang dipakai sebagai layar ponsel memiliki fungsi lain yakni untuk mendeteksi bakteri penyebab diare. Caranya dengan mencelupkan ponsel ke air yang diduga tercemar, lalu mengamatinya di bawah mikroskop.

Ketika terendam air, droplet atau butiran molekul LCD akan membentuk rantai memanjang seperti garis-garis bujur pada globe atau bola dunia. Namun jika di air ada racun yang dihasilkan oleh bakteri jahat, strukturnya akan berubah dan membentuk rantai melingkar.

Racun yang disebut endotoksin ini dihasilkan oleh Escherichia coli, bakteri yang bisa ditemukan di usus dan tinja manusia. Meski bakteri ini relatif aman, namun keberadaannya bisa mengindikasikan pencamaran bakteri lain yang berbahaya seperti salmonella pemicu diare, muntaber dan bahkan tifus.

Nicholas Ammott, peneliti dari University of Wisconsin mengungkap bahwa endotoksin bisa mengubah susunan rantai molekul LCD ketika keduanya saling kontak di air. Reaksi keduanya lebih mudah dideteksi daripada harus menggunakan alat mahal seperti chromatography.

Kelebihan lainnya adalah, endotoksin bahkan bisa dideteksi dengan memakai LCD dalam konsentrasi 10 kali lebih kecil dibandingkan saat menggunakan teknologi lainnya. Artinya, bakteri sesedikit apapun bisa dideteksi dengan lebih akurat jika menggunakan LCD.

Temuan ini mendapat pujian dari sesama peneliti, salah satunya dari Oleg Lavrentovich dari Kent State University di Ohio. Ia menilai, suatu saat temuan ini bisa dikembangkan sehingga bisa diterapkan di dunia medis dan kesehatan masyarakat pada umumnya.

"Hanya dengan memanfaatkan kristal cair, bakteri bisa dideteksi dalam kacar yang jauh lebih kecil," ungkap Lavrentovich seperti dikutip dari Newscientist, Jumat (20/5/2011).

Kristal cair yang dimaksud Lavrentovich adalah komponen penyusun LCD, yang sangat reaktif ketika terendam dalam air. Lavrentovich yakin, kristal cair juga bisa diterapkan dalam sterilisasi bergai jenis cairan injeksi untuk pasien di rumah sakit. (detikhealth.com)

Puasa Secara Teratur Bagus untuk Kesehatan Jantung

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Selama ini puasa dikaitkan dengan ritual agama tertentu atau sedang melakukan diet. Kini bukti baru menunjukkan puasa secara teratur juga baik untuk kesehatan jantung.

Peneliti jantung dari Intermountain Medical Center Heart Institute melaporkan bahwa puasa tidak hanya menurunkan risiko seseorang dari penyakit arteri koroner dan diabetes, tapi juga menghasilkan perubahan yang signifikan pada kadar kolesterol.

Selama ini penyakit diabetes dan memiliki kolesterol tinggi dikenal sebagai salah satu faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Saat ini penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab utama kematian.

Dalam studi terbaru yang dilaporkan pada seminar ilmiah American College of Cardiology di New Orleans menemukan bahwa puasa teratur juga mengurangi faktor risiko lain untuk jantung seperti kadar trigliserida, berat badan dan kadar gula darah.

"Penemuan baru ini menunjukkan bahwa studi yang ada sebelumnya bukanlah suatu peristiwa yang kebetulan," ujar Dr Benjamin D Horne, PhD, MPH, direktur kardiovaskular dan epidemiologi genetik di Intermountain Medical Center Heart Institute, seperti dikutip dari ScienceDaily, Jumat (20/5/2011).

Dr Horne menuturkan studi baru ini mencatat reaksi dalam mekanisme biologis tubuh selama puasa. Puasa menyebabkan tubuh kelaparan dan stres, sebagai respons maka tubuh akan melepaskan lebih banyak kolesterol yang memungkinkannya menggunakan lemak sebagai sumber bahan bakar dan bukan glukosa.

"Kondisi ini akan mengurangi jumlah sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini penting karena sel-sel lemak yang lebih sedikit di dalam tubuh, akan memperkecil kemungkinan mengalami resistensi insulin atau diabetes," ujar Dr Horne.

Selain itu puasa juga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), serta membuat hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone/HGH) yang bekerja melindungi otot dan keseimbangan metabolik merespons lebih cepat yang dapat meningkatkan jumlahnya.

Jika seseorang memiliki risiko kecil terkena diabetes dan memiliki kolesterol baik yang lebih banyak, maka kondisi ini akan mengurangi faktor risiko dari penyakit jantung koroner. Berdasarkan hasil studi ini Dr Horne percaya suatu saat ini puasa bisa diresepkan sebagai pengobatan untuk mencegah diabetes dan penyakit jantung koroner. (Detikhealth.com)

Otak Bisa Cepat Pikun Gara-gara Sering Nyeri Punggung

img
foto: Thinkstock

Montreal, Meski merasa cukup kuat menahan sakitnya, sebaiknya jangan pernah menyepelekan nyeri punggung. Jika tidak diobati, gangguan persendian pada tulang belakang tersebut bisa mempengaruhi fungsi kognitif otak sehingga jadi lebih cepat pikun.

Menurut penelitian para ahli dari McGill University di Montreal, nyeri punggung menyebabkan penipisan bagian otak yang disebut dorsolateral prefrontal cortex. Bagian ini berfungsi menerima dan menafsirkan rangsang nyeri yang dikirimkan oleh sistem saraf ke otak.

Penipisan pada bagian tersebut diketahui bisa menyebabkan gangguan pada bagian otak yang lain. Dampaknya antara lain menjadikan seseorang susah menjaga konsentrasi, sulit mengambil keputusan dan tidak kehilangan sebagian fungsi kognitif dan berlogika.

Untungnya, dampak tersebut tidak bersifat permanen dan akan kembali pulih ketika nyeri punggung sudah teratasi misalnya lewat operasi. Bagian dorsolateral prefrontal cortex akan kembali menebal, sementara fungsi kognitif akan kembali seperti kondisi awalnya.

"Penebalan pada beberapa bagian di otak setelah nyeri punggung teratasi sangat mengejutkan. Setiap pasien yang nyerinya berkurang akan mengalami efek semacam ini," ungkap peneliti, Laura S Stone, PhD seperti dikutip dari WebMD, Kamis (19/5/2011).

Laura membuktikan hal itu setelah mengamati 18 pasien yang sedikitnya telah mengalami nyeri punggung dalam setahun terakhir. Saat diteliti, para pasien tersebut sedang merencanakan terapi penyembuhan antara lain melalui operasi dan penyuntikan.

Sebelum menjalani terapi, pasien diminta untuk menjalani pemindaian otak dengan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemindaian dilakukan lagi setahun setelah terapinya sukses, kemudian dibandingkan dengan hasil pemindaian otak pada 16 pasien sehat tanpa riwayat nyeri punggung. (Detikhealth.com)

Timothy Ray Brown, Orang Pertama yang Berhasil Sembuh Dari AIDS

Timothy Ray Brown, Orang Pertama yang Berhasil Sembuh Dari AIDS - Dokter mengatakan, pria 45 tahun di California ini mungkin menjadi orang pertama yang sembuh dari AIDS. Ini diketahui dari gen kebal HIV miliknya.

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1520232.jpg

Timothy Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada 1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil 'menghapus' virus HIV dari tubuhnya secara sepenuhnya. Dokter menyebut kondisi ini 'penyembuhan fungsional'.

Pada 2008, Brown tinggal di Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, ilmuwan melakukan cangkok tulang sumsum untuk mengobati leukemianya. Ilmuwan mengatakan, Brown mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.

"Saya berhenti berobat HIV di hari saya mendapat transplan itu," papar pria yang dijuluki 'Pasien Berlin' itu.
Peneliti AIDS, Dr. Jay Levy dari University of California, San Fransisco (UCSF) mengatakan, kasus Brown membuka pintu 'riset penyembuhan'.

Namun, dokter menekankan, prosedur radikal Brown mungkin tak cocok dengan penderita HIV lain karena sulitnya cangkok sumsum dan menemukan donor yang sesuai. “Tentunya Anda tak mau melakukan cangkok ini karena risiko kematiannya,” ungkap Paul Volberding dari UCSF.

Banyak pertanyaan mengenai pengobatan Brown tak terjawab, lanjutnya. “Satu elemen pengobatannya nampaknya memungkinkan virus keluar dari tubuhnya,” lanjutnya lagi. Hal ini akan menjadi studi yang menarik, tutupnya.

Sumber : Timothy Ray Brown, Orang Pertama yang Berhasil Sembuh Dari AIDS
teknologi.inilah.com

Kerja Obat Lebih Efektif Jika Ditelan Dengan Gula

Ada sebagian orang yang memerlukan gula untuk membantu menelan obat yang pahit. Dan peneliti menemukan bahwa gula tidak hanya membantu menelan obat, tetapi juga membuat kerja obat seperti antibiotik jadi lebih efektif.
Ada sebagian orang yang memerlukan gula untuk membantu menelan obat yang pahit. Dan peneliti menemukan bahwa gula tidak hanya membantu menelan obat, tetapi juga membuat kerja obat seperti antibiotik jadi lebih efektif.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/02/23/66142_anak_minum_obat_300_225.jpg

Peneliti menemukan bahwa antibiotik yang diminum bersamaan dengan sesendok gula secara dramatis dapat meningkatkan efektivitas terhadap infeksi yang membandel seperti tuberkulosis (TBC).

Uji laboratorium menunjukkan bahwa glukosa dan fruktosa (sejenis gula yang ditemukan dalam tanaman) dapat merangsang kuman dan membuatnya lebih ampuh terhadap obat.

"Kalau istilah lama 'sesendok gula membuat obat lebih mudah turun (lebih mudah ditelan) maka istilah baru 'sesendok gula membuat obat bekerja'," jelas Profesor James Collins, dari Boston University, seperti dilansir Telegraph.

Menurut Prof Collins, infeksi kronis dan berulang sering terjadi ketika bakteri mematikan dan menjadi metabolik aktif. Selama beberapa minggu atau bulan, bakteri akan kembali hidup, menjadi lebih kuat dan lebih agresif dari sebelumnya, sehingga membuat penyakit pasien kambuh.

Kuman yang persisten (berulang) berbeda dengan kuman yang mengembangkan resistensi (kebal) antibiotik yang melalui mutasi genetik, tetapi kuman persisten dapat menimbulkan banyak masalah.

Dan para ilmuwan melihat cara baru untuk menanggulangi bakteri yang gigih bangkit dari hibernasi dengan menggunakan senjata sederhana, yaitu gula.

Ilmuwan menemukan bahwa gula bertindak sebagai stimulan yang aktif terhadap tanggapan normal bakteri dan membuat bakteri mudah diserang dengan antibiotik.

Studi kemudian dilakukan dengan menguji bakteri Escherichia coli (E. Coli), yang merupakan penyebab umum dari infeksi saluran kencing.

Hasilnya, peneliti mampu menghilangkan 99,9 persen persister (bakteri persisten) hanya dalam dua jam. Tanpa gula, obat-obatan yang digunakan tidak berpengaruh.

Hasil studi yang dilaporkan dalam jurnal Nature ini juga menunjukkan pendekatan yang sama efektifnya terhadap bakteri persisten Staphylococcus aureus, yang dapat menghasilkan infeksi yang serius.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan efektivitas antibiotik yang ada, daripada menciptakan yang baru, yang harus menempuh proses panjang dan mahal," kata Kyle Allison, rekan Prof Collins dari Boston University yang merupakan penulis pertama studi tersebut.

Anak Diare Pantang Minum Susu, Wajib Makan Bubur

img
foto: Thinkstock

Jakarta, Saat diare, kemampuan anak menyerap nutrisi berkurang drastis sehingga tidak sembarang makanan bisa diberikan. Beberapa jenis makanan harus dihindari agar tak memperparah diare, sementara bubur lebih dianjurkan karena gampang dicerna.

Terganggunya penyerapan nutrisi pada anak yang sedang diare dipicu oleh gerakan usus yang terlalu cepat. Saat makanan sedang dalam proses pencernaan, usus sudah memaksanya untuk keluar sehingga tubuh tidak sempat menyerap sari-sari makanan dengan optimal.

Karena itu, anak yang sedang diare justru harus meningkatkan asupan makan agar makin banyak nutrisi yang bisa diserap. Pemberian makan jangan ditunda-tunda, karena untuk metabolisme sekalipun tubuh juga butuh energi yang hanya bisa diperoleh dari makanan.

Medical Manager Consumer Health Division Kalbe Farma, dr Helmin Agustina menyarankan untuk memilih makanan yang lunak seperti bubur atau nasi tim. Karena lunak, makanan tersebut mudah dicerna sehingga bisa diserap oleh tubuh dengan lebih cepat.

Sementara itu, jenis makanan yang harus dihindari saat diare adalah makanan-makanan yang rasanya pedas atau merangsang. Di dalam tubuh, makanan-makanan tersebut bisa memicu gerakan peristaltik usus sehingga menjadi lebih cepat dan memperparah diare.

"Semua yang rasanya merangsang jangan diberikan dulu. Misalnya merica, di mulut kadang tidak terasa pedas tetapi di dalam perut sangat merangsang," ungkap dr Helmin dalam jumpa pers Gerakan Kebersihan untuk Keluarga Sehat Indonesia (GKKSI) di fX Plaza Senayan, Kamis (12/5/2011).

Susu formula juga termasuk pantangan bagi anak yang sedang diare, karena mengandung laktosa yang bisa memperparah diare. Bahkan setelah diare berhenti, pemberian susu formula sebaiknya dilakukan secara bertahap mulai dari yang paling encer.

Jika diarenya tidak kambuh ketika diberi susu formula yang encer, takarannya bisa ditingkatkan sedikit demi sedikit menjadi lebih kental. Demikian seterusnya, sehingga perut anak punya kesempatan untuk beradaptasi dengan laktosa dalam susu yang diminumnya. (Detikhealth.com)

Ludah Kelelawar Penghisap Darah Bisa Mengatasi Stroke

img
(Foto: thinkstock)

Ohio, Kelelawar vampire terkenal sebagai penghisap darah dari satwa liar, ternak atau darah manusia. Studi baru menemukan bahwa air liur (ludah) dari kelelawar vampire bisa membantu mengencerkan darah dan menolong pasien stroke.

Penelitian menemukan air liur kelelawar vampire mengandung enzim DSPA (desmoteplase). Enzim inilah yang berfungsi mengencerkan darah korban sehingga membantu mengalirkan darah lebih leluasa.

DSPA ini juga bisa digunakan untuk memecah gumpalan darah di otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke. Sebagian besar stroke yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak atau stroke istemik.

Kondisi ini akan menghalangi aliran darah dan oksigen sehingga bisa mengakibatkan kematian jaringan. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan efek yang abadi seperti kelumpuhan, gangguan bicara dan penurunan kemampuan kognitif.

Pada proses penanganan stroke, waktu memainkan peran yang penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak yang mungkin terjadi. Makin cepat ditangani makin besar peluang untuk sembuhnya. Disinilah peran dari DSPA yang terkandung dalam air liur kelelawar tersebut.

Dalam jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association peneliti menemukan bahwa DSPA mungkin tidak hanya bisa bekerja dengan baik, tapi juga membantu pasien menunggu waktu lebih lama untuk mencari pengobatan.

Dalam studi ini Robert L Medcalf dari Monash University di Australia menyuntikkan DSPA ke otak tikus. Diketahui DSPA ini menyerang fibrin tapi tidak menyebabkan kerusakan otak. Para ilmuwan menunjukkan bahwa DSPA bisa diberikan hingga 9 jam setelah seseorang terkena stroke tanpa efek samping.

DSPA pertama kali ditemukan tahun 2003 dan studi pada manusia pertama yang kompleks dilakukan tahun 2006 oleh peneliti dari Ohio State University Medical Center. Didapatkan bahwa obat tersebut aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Saat ini studi ditujukan untuk menentukan apakah obat ini memiliki manfaat klinis untuk pasien stroke.

"Kami ingin menawarkan pilihan lain untuk pasien ketika mereka terkena stroke. Karena semakin lama mereka mencari bantuan, maka pilihan yang tersedia semakin sedikit karena kerusakan sudah terjadi di otak," ujar Dr Michel Torbey dari Ohio State, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Rabu (11/5/2011). (Detikhealth.com)

Menjadi Vegetarian Pintar ala Dewi Lestari

KOMPAS.com - Setiap individu diberikan banyak pilihan untuk memiliki fisik lebih sehat. Dengan fisik yang sehat, penyakit semakin menjauh dan tubuh lebih bugar, sehat lahir batin. Pilihan ada di tangan Anda. Cara apa yang dipilih untuk menyehatkan fisik, yang akhirnya membuat hidup lebih bahagia. Jika saat ini Anda masih berproses menemukan cara paling tepat, pilihan cara penulis Dewi Lestari bisa menjadi sumber inspirasi. Berikut kisah Dewi kepada majalah More Indonesia mengenai pilihannya menjadi vegetarian.

"Jangan jadikan perut kita kuburan." Kalimat ini saya baca waktu masih SMA, di sebuah majalah yang meliput Ray Sahetapy dan pilihannya menjadi vegetarian. Nasehat tersebut menancapkan sangkar di benak saya selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2000, saya mulai berlatih yoga dan guru saya seorang vegetarian. Suatu hari, ia memasak makan siang buat kami murid-muridnya. Dengan gesit ia mencampur berbagai sayuran dan menumisnya dengan sedikit margarin. Bertemankan nasi panas, kami melahap sayur-sayuran minim bumbu ini. Tapi, entah mengapa, makanan yang sederhana ini terasa sangat nikmat dan menjadi salah satu santap siang terenak seumur hidup saya. Saat pulang ke rumah, saya iseng mencoba hidup vegetarian selama sebulan. Hasilnya? Setahun saya tidak pernah sakit. Tapi saat itu, kelekatan saya dengan daging-dagingan masih terlalu kuat dan akhirnya pola makan pun kembali seperti biasa.

Pada 2006, saya pergi ke Yogyakarta untuk mempromosikan buku. Di sana, saya berkenalan dengan seseorang, yang belakangan saya baru tahu, ia adalah ketua Indonesian Vegetarian Society cabang Yogyakarta. Chindy Tanjung, demikian namanya, memberikan saya setumpuk buletin. Ia berkata ada banyak informasi tentang lingkungan dalam buletin tersebut. Sesampai di kamar hotel, saya membuka tumpukan tersebut. Ternyata semua adalah buletin vegetarian. Saya pun terheran-heran: memang apa hubungannya vegetarian dengan lingkungan.

Memaknai gaya hidup vegetarian
Setelah lanjut membaca, barulah saya tahu ada jendela lain untuk memaknai gaya hidup vegetarian. Daging-dagingan yang diproduksi oleh industri ternal telah menyerap begitu banyak sumber daya alam. Termasuk hutan, air, dan tanaman pangan yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh manusia. Bahkan, 70 persen hutan di Amazon hilang, karena industri peternakan, 20 persen lahan subur di seluruh dunia digunakan untuk menernakkan hewan, dan 80 persen titik perikanan di laut dunia sudah kosong. Pakan hewan ternak di Amerika Serikat bahkan hanya cukup untuk memberi makan 1,3 miliar orang, sementara jutaan manusia hidup kelaparan.

Tak sampai hari berganti, sore itu saya bertekad menjadi vegetarian. Sampai sekarang dan lebih dari empat tahun telah berlalu, saya bahagia dengan keputusan ini. Saya merasa lebih berdamai dengan makhluk lain yang tak perlu disakiti, karena lidah saya.

Sehat karena vegetarian
Hidup vegetarian pun memberikan dampak berarti bagi kesehatan. Selama empat tahun, penyakit serius benar-benar jauh dari saya. Kena flu pun bisa dihitung dengan jari. Saya tak pernah bersentuhan dengan obat-obatan. Badan saya jadi lebih sensitif dan cepat memberikan respons. Ditambah praktek meditasi, saya merasakan manfaat ekstra, yakni mental lebih peka.

Namun, perlu juga digarisbawahi bahwa sekadar berhenti makan daging, bukan berarti jaminan jadi sehat. Menurut saya pribadi, menjalani hidup vegetarian pun perlu kejelian dan kecermatan. Keseimbangan nutrisi, bahwa makanan yang sehat dan alami, serta pengolahan yang tepat, adalah faktor penting agar hidup bervegetarian tetap optimal. Melengkapi diri dengan pengetahuan gizi melalui buku dan informasi lainnya menjadikan kita konsumen yang mawas dan bertanggung jawab atas kesehatan diri sendiri.

Hidup vegetarian barangkali bukan untuk semua orang. Namun, dengan hanya menjalani satu hari saja dalam seminggu, setahun kita sudah bisa membantu bumi menghemat: 317.520 liter air, 111 kilogram tanaman biji-bijian, 693 meterpersegi lahan, 58 liter bensin dan 183 kg kotoran ternak. Dengan mencoba sedikit demi sedikit, tapi setia, siapa tahu hidup vegetarian atau semivegetarian ternyata cocok untuk Anda.



Sumber: Majalah MORE Indonesia

Suka Cium-cium Unggas Berisiko Kena Kanker Nasofaring

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Tak hanya berisiko menularkan flu burung, unggas juga bisa menyebabkan kanker. Orang yang suka tidur atau cium-cium unggas bisa berisiko menderita kanker nasofaring (kanker belakang hidung, kanker tenggorokan atau THT).

"Kanker nasofaring itu penyakitnya orang Asia, di Barat jarang orang yang terkena kanker ini. Di Indonesia juga banyak karena disini orang hidup dengan unggasnya," jelas Prof Dr Santoso Cornain D.Sc dari Stem Cell and Cancer Institute Jakarta dalam acara Round Table Discussion 'Penanganan Kanker dengan Bioteknologi' di Plaza Property, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Menurut Prof Santoso, kanker nasofaring biasanya banyak terjadi di China dan Hongkong. Tapi setelah diteliti, hasilnya cukup mengejutkan karena orang Indonesia juga banyak menderita kanker nasofaring.

"Salah satunya karena hidup dengan unggasnya dan orang Indonesia kan suka makan ikan asin," lanjut Prof Santoso yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kanker nasofaring atau dikenal juga dengan kanker tenggorokan adalah penyakit yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) dan terbentuk dalam jaringan nasofaring, yaitu bagian atas faring atau tenggorokan. Kanker ini paling sering terjadi di bagian THT (telinga hidung tenggorokan), kepala serta leher.

Kanker nasofaring disebabkan oleh beberapa faktor risiko antara lain adanya paparan virus Epstein-Barr. Virus Epstein-Barr sebenarnya banyak terdapat dimana-mana, bahkan di udara bebas. Hanya saja tidak semua akan menjadi kanker, virus ini akan tetap 'tidur' di nasofaring jika tidak dipicu faktor-faktor tertentu.

"Virus Epstein-Barr itu juga banyak terdapat pada unggas. Jadi kalau yang hidup dengan unggas atau sering-sering cium unggas, maka virusnya menular," jelas Prof Santoso.

Faktor-faktor pemicu aktifnya virus Epstein-Barr antara lain:

1. Genetik
Ras Mongoloid tercatat paling banyak menderita kanker nasofaring karena memiliki gen tertentu.

2. Cara hidup yang tidak sehat
Cara hidup yang tidak sehat seperti sering terkena polusi, asap, asap rokok, alkohol.

3. Cara makan
Cara makan yang tak sehat seperti sering makan ikan asin (mengandung nitrosamin yang bisa memicu ganasnya virus Epstein-Barr), makanan awetan yang diasap atau fermentasi, dan memasak dengan kayu.

4. Pekerjaan dan keagamaan
Orang yang bekerja di pabrik yang banyak gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehida, serbuk kayu. Dan kegiatan keagamaan seperti dupa dan menyan.

Banyak orang yang tidak menyadari menderita kanker nasofaring. Gejalanya yang tidak khas dan sering membuat kanker ini salah diagnosa. Gejala kanker nasofaring lebih mirip seperti gejala flu.

Berikut beberapa gejala dini kanker nasofaring, yaitu:

  1. Epitaksis (pendarahan hidung atau mimisan) ringan
  2. Hidung tersumbat
  3. Telinga berdenging sebelah
  4. Diplopi (penglihatan ganda atau ada dua bayangan)
  5. Ada benjolan di leher yang tidak sakit

"Kalau penyebabnya virus, seharusnya ada vaksin yang bisa mencegahnya seperti halnya kanker serviks yang disebabkan HPV. Tapi karena di Barat jarang orang yang menderita kanker nasofaring jadi sampai sekarang belum ada yang membuat vaksin virus Epstein-Barr," tutup Prof Santoso. (Detikhealth.com)

Diet Acar Bawang Bikin Berat Badan Turun 63 Kg

img
Sam Arnold (Foto: mirror)

Dorset, Inggris, Anda masih kesulitan menurunkan berat badan meski sudah mencoba berbagai cara? Cobalah dengan diet acar bawang. Seorang wanita berhasil menurunkan 63 kg dari berat badannya dalam waktu 18 bulan berkat bantuan acar bawang.

Wanita tersebut adalah Sam Arnold yang berusia 43 tahun. Ia telah berhasil menurunkan berat badannya 63 kg dari semula 133 kg menjadi 70 kg.

Sam menggunakan senjata pelangsing yang tidak biasa, yaitu acar bawang. Ia selalu memasukkan acar bawang ke dalam mulutnya setiap kali ia punya keinginan untuk ngemil cokelat.

Rasa cuka yang luar biasa kuat akan merusak setiap rasa makanan yang ingin dimakannya. Setiap ingin mengemil ia selalu makan acar bawang.

"Saya suka acar bawang karena memiliki kalori yang sedikit. Acar bawang mampu merusak rasa cokelat," jelas Sam yang bekerja sebagai pegawai senior di sebuah sekolah di Poole, Dorset Inggris seperti dilansir Mirror, Kamis (12/4/2011).

Sam mengaku berasal dari keluarga dengan bentuk tubuh besar dan makan dalam porsi yang besar dan harus dibersihkan.

"Saya berasal dari keluarga di mana ibu saya berbadan besar dan harus menghabiskan makanan di piring setiap kali makan. Saya memiliki porsi makan yang besar, lezat dan akan selalu ada kue dan biskuit di kantor. Pekerjaan saya juga membuat saya hampir tidak bergerak sepanjang hari," jelas Sam, yang bercerai dan memiliki seorang putra bernama Ben (14 tahun).

Sam mengaku pernah menurunkan berat badan hampir 31 kg pada 8 tahun yang lalu ketika bergabung dengan Slimming World. Tapi setelah 1 tahun, berat badannya naik lagi menjadi 89 kg.

"Itu karena saya kembali makan kue dan keripik selama seminggu dan sejak itu berat badan saya semakin membesar," kenang Sam.

Titik balik terjadi saat Natal tahun 2007, ketika ayahnya memberikannya album foto yang berisi foto ulang tahunnya yang ke 40 tahun.

"Saya tampak sangat besar. Saya tidak pernah ingin menjadi gemuk di usia 40 tahun, tapi melihat gambar-gambar ini jelas saya tampak mengerikan," jelas Sam.

Gambar memalukan itu bersarang terus di pikiran Sam. Apalagi kesehatannya juga terganggu karena berat badannya yang sangat besar. Ia mengalami sakit batu empedu, sakit sendi dan selalu merasa lelah.

Maka pada awal tahun 2008 dia kembali bergabung dengan Slimming World. Agar berat badannya tidak lagi melonjak jika berhenti latihan ia pun melampiaskan keinginan untuk selalu makan dengan ngemil acar bawang.

Dengan memasak resep sehat dan menggunakan trik acar bawang setiap ingin mengemil, kini ia berhasil menurunkan berat badan 31 kg dalam 9 bulan dan terus turun lagi dalam 18 bulan menjadi 63 kg.

Sam kini merasa cukup percaya diri untuk bergabung dengan kelompok gym. Setelah berat badannya turun berkat sering makan acar bawang, kini Sam mengaku berusaha untuk menjaga berat badannya.

"Aspek kehidupan saya telah meningkat sejak mampu menurunkan berat badan. Saya jauh lebih positif. Orang akan berpikir dua kali saat melihat saya, apalagi jika sudah lama tidak bertemu. Acar bawang adalah hal yang fantastis," tutup Sam. (Detikhealth.com)

Alat Tes Darah untuk Tahu Berapa Lama Hidup

img
(Foto: thinkstock)

Madrid, Setiap manusia tidak ada yang bisa tahu berapa lama ia akan hidup. Tapi peneliti berhasil mengembangkan alat tes darah yang bisa memprediksi berapa lama seseorang akan hidup.

Alat tes darah ini untuk mengukur panjang telemore seseorang. Semakin panjang telemore dari acuan yang ada maka diyakini umur orang tersebut akan panjang. Sebaliknya jika telemore pendek, maka umur orang tersebut juga pendek.

Telomere adalah bagian dari DNA yang terletak di ujung kromosom, ia berfungsi melindungi kromosom dari kerusakan dan hilangnya fungsi sel yang berhubungan dengan penuaan. Seseorang yang memiliki telomere lebih pendek dianggap sebagai indikator mengalami penuaan lebih cepat.

"Mengetahui apakah telomere yang dimiliki panjang normal atau tidak untuk usia kronologis tertentu akan memberikan kita indikasi status kesehatan dan 'usia' fisiologis sebelum penyakit muncul," ujar Maria Blasco, kepala penelitian telomere dari Spanish National Cancer Research Centre di Madrid, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (18/5/2011).

Alat tes darah baru ini bisa membantu memprediksi berapa lama seseorang akan hidup berdasarkan kecepataan penuaan yang terjadi di dalam tubuh orang tersebut. Alat tes ini rencananya akan mulai dijual di Inggris pada akhir tahun.

Para peneliti telah mengembangkan tes senilai 435 poundsterling atau setara dengan Rp 6.150.900 (dengan kurs Rp 14.140) yang mengatakan bisa secara akurat mengukur panjang telomere seseorang, telomere dianggap terkait dengan kelangsungan hidup seseorang.

Perusahaan dari Spanyol Life Length telah mengembangkan alat tes ini untuk dikomersilkan yang dikenal dengan nama tes kematian (death test). Perusahaan ini akan memproduksi untuk seluruh Eropa termasuk Inggris dan Amerika.

Para ahli berharap seseorang bisa belajar ketika diketahui ia berpotensi untuk hidup singkat, misalnya dengan membantu orang untuk mengembangkan pola hidup sehat, memperbaiki pola makan serta mengurangi stres.

"Tes ini sangat teliti, bahkan kita dapat mendeteksi perbedaan yang sangat kecil terhadap panjang telomere, teknik ini sangat sederhana dan cepat sehingga banyak sampel bisa dianalisis pada waktu yang sama," ungkap Blasco.

Meski peneliti mengungkapkan bahwa orang dengan telomere pendek akan memiliki hidup yang singkat, tapi tes ini tidak bisa memprediksi dengan pasti berapa tahun atau bulan seseorang bisa hidup. (Detikhealth.com)

Mulut Jamuran Bisa Jadi Gejala Klinis HIV/AIDS

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Terkadang sulit mendeteksi seseorang terkena HIV/AIDS. Tapi jika seseorang mengalami mulut berjamur sehingga menimbulkan bau mulut, sebaiknya segera lakukan tes HIV. Karena bisa jadi itu salah satu gejala klinis dari HIV/AIDS.

"Orang yang terinfeksi HIV biasanya tidak menimbulkan gejala, tapi setelah 5-10 tahun terinfeksi baru timbul gejala," ujar Dr Fonny J Silfanus, MKes selaku Deputi Sekretaris KPAN Bidang Program disela-sela acara Workshop Nasional Keperawatan Memperingati Hari Perawat Sedunia di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (12/5/2011).

Dr Fonny mengungkapkan gejala yang muncul seperti adanya jamur di mulut (oral candidiasis), berat badan yang menurun serta adanya radang di paru-paru. Kumpulan dari gejala-gejala inilah yang disebut dengan AIDS (Acquired immune deficiency syndrome).

Dr Fonny menceritakan di daerah Papua, para perawat bisa mengetahui apakah seseorang terkena HIV atau tidak hanya dengan mencium bau mulut pasiennya. Jika seseorang memiliki bau mulut dan ada jamur di sekitar mulut maka ia akan disarankan untuk melakukan tes HIV. Hal ini karena sudah seringnya perawat disana menangani pasien HIV.

"Munculnya jamur di mulut atau oral candidiasis menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh orang tersebut sudah sangat rendah, jadi kalau ada orang dewasa yang mulutnya berjamur, sebaiknya disarankan untuk melakukan tes HIV," ungkapnya.

Dr Fonny mengungkapkan hampir 80 persen seseorang yang memiliki jamur di mulut menderita HIV. Tapi meski begitu untuk melakukan diagnosis secara pasti tetap diperlukan pemeriksaan darah.

HIV AIDS merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga bisa menurunkan kualitas hidup orang tersebut. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang tepat agar bisa membantu mengurangi angka pengidap HIV AIDS.

"HIV ini tidak akan stop, tapi akan naik. Dan kita berusaha agar naiknya tidak terlalu signifikan dan kalau perlu stabil saja. Selain itu seharusnya tidak ada stigma lagi di pelayanan kesehatan dan masyarakat terhadap penderita HIV," ujar Dr Fonny. (Detikhealth.com)

Makanan yang Terbuang di Dunia Cukup Untuk Pangan di Afrika

Berapa banyak makanan yang terbuang di dunia karena tidak bisa dikonsumsi? Jumlahnya sungguh mencengangkan, badan pangan dunia (FAO) menemukan sepertiga makanan di dunia terbuang setiap tahunnya, yang jumlahnya cukup untuk pangan di Afrika.

Food and Agriculture Organisation (FAO) PBB menemukan makanan yang terbuang percuma itu berasal dari negara-negara kaya dan berkembang.


http://images.detik.com/content/2011/05/13/763/sayuran-dalam-ts.jpg
Makanan yang gagal dikonsumsi itu adalah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian. Makanan tersebut dibuang oleh penjual dan konsumen ke tempat sampah akibat rendahnya standar kualitas dan sudah lewat dari kadaluarsa.

Makanan yang dibuang di negara berkembang karena ada kesalahan saat proses panen yang buruk, distribusi yang buruk dan penyimpanan yang buruk. Akibatnya makanan jadi cepat rusak dan terbuang sia-sia.

Sedangkan di negara maju, makanan yang dibuang itu karena konsumen sering membeli dalam jumlah yang banyak atau melebihi kebutuhan. Penjual dan konsumen juga akan langsung membuang makanan yang kemasannya rusak walau cuma sedikit saja.

Jika kemasannya rusak sedikit atau tidak sesuai standar, konsumen atau penjual di negara maju akan langsung membuangnya.

Peneliti dari Swedish Institute for Food and Biotechnology (SIK) for Save Food! melakukan studi dengan menghasilkan beberapa penemuan penting, seperti dikutip dari FAO.org :


  1. Negara maju dan berkembang kira-kira membuang makanan dalam jumlah yang sama yaitu masing-masing 670 dan 630 juta ton.
  2. Setiap tahun, sampah makanan dari negara-negara kaya sebanyak 222 juta ton, jumlah ini mirip dengan produksi pangan di negara Afrika sub-Sahara yaitu sebesar 230 juta ton.
  3. Jenis makanan yang paling sering terbuang adalah buah, sayuran serta makanan umbi-umbian.
  4. Jumlah makanan yang hilang atau terbuang setiap tahunnya setara dengan lebih dari setengah hasil panen sereal di dunia (2,3 miliar ton di tahun 2009/2010).

Limbah makanan oleh konsumen di negara Eropa dan Amerika Utara sekitar 95-115 kg per tahun, sedangkan di negara Afrika sub-Sahara, Asia Selatan dan Tenggara sekitar 6-11 kg per tahun.

Diketahui jumlah produksi pangan per kapita untuk masyarakat di negara kaya sekitar 900 kg per tahun, jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding produksi di negara miskin yaitu sekitar 460 kg per tahun.

Solusi yang diberikan oleh peneliti adalah mengurangi ketergantungan pada pengecer sehingga bisa membantu mengurangi sisa makanan yang terbuang serta menyarankan untuk menjual produk pertanian langsung ke konsumen.

Sedangkan untuk negara berkembang kuncinya terletak pada memperkuat rantai suplai makanan, mendorong investasi di bidang infrastruktur dan transportasi serta meningkatkan perhatian terhadap proses pengolahan, penyimpanan dan kemasan.

Konsumen juga diminta mengubah pola berbelanjanya agar tidak membeli makanan melebihi kebutuhannya sehingga tidak membuang makanan tersebut akibat melewati batas kadaluarsanya.
Sumber :

Rokok Juga Bisa Memancarkan Radiasi

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa radiasi bisa dipancarkan dari telepon seluler atau pusat nuklir. Tapi bagi orang yang merokok sebaiknya juga waspada, karena rokok bisa mengeluarkan radiasi.

Meskipun hingga kini belum diketahui pasti dari senyawa apa sumber paparan radiasinya, tapi perokok akan menghirup bahan radioaktif tersebut secara terus menerus yang pada nantinya akan memberikan kontribusi dosis radiasi yang besar untuk merusak paru-parunya.

Secara alami mineral radioaktif terakumulasi pada permukaan lengket dari daun tembakau saat tanaman tersebut tumbuh, dan mineral ini umumnya akan tetap berada dalam daun tersebut selama proses manufaktur.

Selain itu penggunaan pupuk yang mengandung timbal dan polonium untuk tanaman tembakau akan meningkatkan jumlah radiasi yang mungkin ada pada rokok tembakau, seperti dikutip dari epa.gov, Selasa (17/5/2011).

Asap rokok juga mengandung radiasi dari unsur polonium yang ternyata tingkat kerusakan akibat rokok ini 7 kali lipat lebih besar dari sinar X dan 20 kali lipat dari terapi radiasi kanker. Terutama jika orang tersebut sudah merokok dalam jangka waktu panjang.

Radium yang terakumulasi dalam tembakau bisa memancarkan radiasi alfa dan gamma yang bisa menumpuk di paru-paru perokok selama puluhan tahun. Seiring waktu partikel ini bisa merusak paru-paru dan menyebabkan kanker. Hal ini juga berlaku pada perokok pasif yang menghirup asap rokok.

Radiasi yang dipaparkan dari rokok ini umumnya tidak memberikan dampak dalam jangka waktu dekat, tapi akan mulai muncul gejala akibat adanya kerusakan di dalam tubuh setelah beberapa tahun kemudian.

Selain rokok, beberapa hal lainnya juga bisa memancarkan radiasi seperti scanner di bandara, sinar X-ray untuk memindai tubuh, mammogram atau CT scan, tapi umumnya radiasi yang dipancarkan kecil dan tidak terpapar secara terus menerus.

Hal ini berbeda dengan radiasi yang berasal dari rokok dan terpapar secara kontinu serta umumnya sulit untuk dihentikan. Kondisi inilah yang juga harus diperhatikan oleh para perokok. (Detikhealth.com)

Makanan yang Tidak Boleh Digabung dengan Obat

img
(Foto:thinkstock)

Jakarta, Makanan memang menjadi sumber energi yang penting bagi tubuh. Tapi beberapa makanan diketahui bisa menimbulkan interaksi dengan obat tertentu. Ketahui makanan apa saja yang tidak boleh digabung dengan obat.

"Kuncinya adalah tidak mengubah secara drastis pola makan saat minum obat tertentu, tapi tanyakan pada dokter mengenai potensi interaksi yang mungkin terjadi," ujar Dr jane Alder, dosen farmakologi dari University of Central Lancashire, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (17/5/2011).

Dr Alder akan menjelaskan beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikombinasikan dengan obat tertentu karena bisa membuat obat jadi tidak berguna atau justru berbahaya yaitu:

Jus buah
Grapefruit mengandung senyawa yang disebut dengan furanokumarin yang bisa mencegah enzim dalam usus untuk menjaga benda asing tetap berada di luar, sehingga tidak bekerja secara optimal. Kondisi ini akan membuat lebih banyak obat yang diserap sehingga efektivitasnya bisa 2-3 kali lipat dari dosis yang dianjurkan.

Sebaiknya tidak mencampur jus grapefruit dengan obat untuk mengobati irama jantung abnormal, antidepresan, antihistamin (obat alergi), statin dan obat anti kejang. Sedangkan jus cranberry dan jus delima bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah obat dan pada obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat.

Makanan produk susu
Kalsium dalam susu bisa mengikat tetrasiklik dan minosiklik dari antibiotik. Jika kandungan antibiotik ini digabung dengan mineral akan membuatnya tidak larut dalam usus sehingga tidak diserap oleh tubuh. Mengonsumsi susu setengah liter bisa mengurangi efektivitas antibiotik hingga 80 persen. Kalsium juga bisa mengganggu penyerapan obat osteoporosis. Hindari minum susu dalam waktu 2 jam sebelum minum obat.

Makanan fermentasi
Makanan hasil fermentasi seperti keju yang mengandung tyramine dalam konsentrasi tinggi bisa menyebabkan 'sindrom keju'. Tyramine akan bereaksi dengan obat antidepresan yang disebut monoamine oxidase inhibitor (MAOIs) dengan mencegah enzim yang berfungsi mencerna senyawa. Kondisi ini akan mengakibatkan tekanan darah tinggi yang berbahaya.

Daging panggang
Penderita asma harus menghindari daging panggang karena kandungan karbonnya bisa membentuk senyawa yang mencegah obat asma dengan teofilinn bekerja secara optimal. Selain itu karbon ini juga bisa memicu serangan asma meskipun sudah mengonsumsi obat.

Sayuran hijau
sebagian besar sayuran hijau termasuk bayam, kol dan teh hijau mengandung kadar vitamin K yang tinggi dan bisa memicu pembekuan darah. Jika dikonsumsi dengan obat pengencer darah akan membuatnya menjadi tidak berguna.

Makanan berserat
Makanan yang tinggi serat bisa memperlambat penyebaran banyak obat termasuk digoxin yang digunakan untuk mengatur detak jantung tidak teratur, obat diabetes metformin dan mencegah penyerapan obat penurun kolesterol statin. Tapi bukan berarti makanan berserat harus dihilangkan dari menu makanan, tapi hindari mengonsumsinya dalam waktu 2 jam sebelum minum obat. (Detikhealth)

5 Tips Sehat Mengecilkan Pipi Tembem

Banyaknya lemak di pipi dapat membuat orang tampak lebih gemuk dari sebenarnya. Selain karena faktor gemuk, pipi tembem juga disebabkan karena kurang minum air. Bagaimana cara mengecilkan pipi chubby?

Mempunyai pipi chubby alias tembem kadang terlihat tampak menggemaskan, tetapi hal itu tidak berlaku untuk semua orang. Sebagian orang menganggap pipi chubby dapat membuat wajahnya semakin bulat.

Berikut beberapa cara sehat untuk mengecilkan pipi chubby, seperti dilansir Livestrong:

1. Turunkan berat badan
Membakar lemak di tubuh juga dapat membakar lemak yang ada di pipi, yang akhirnya dapat mengecilkan pipi chubby. Kurangi asupan kalori harian Anda dan lakukan olahraga untuk dapat menurunkan berat badan.

2. Tingkatkan asupan cairan
Saat mengalami dehidrasi, tubuh akan menahan air dan dapat membuat pipi terlihat bengkak. Selain minum 6-8 gelas air per hari, makan makanan dengan kandungan air tinggi seperti seledri, melon, dan semangka dapat membantu hidrasi tubuh.

3. Konsumsi 1.200 mg kalsium per hari
Asupan kalsium yang tinggi dapat mengurangi retensi air di daerah wajah. Anda bisa mendapatkan jumlah kalsium yang diperlukan melalui sumber makanan seperti susu dan keju atau dengan mengambil suplemen harian.

4. Menjauhi zat yang bertindak sebagai diuretik (banyak buang air kecil)
Batasi zat yang bertindak sebagai diuretik (menyebabkan banyak buang air kecil) seperti alkohol dan minuman berkafein. Juga batasi asupan garam, makanan olahan, makanan cepat saji, keripik dan makanan kaleng dalam menu harian Anda. Hal ini karena zat diuretik dan garam yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menyimpan air lebih banyak.

5. Lakukan yoga wajah
Facial yoga atau yoga wajah melibatkan berbagai ekspresi untuk mengubah penampilan Anda. Bentuk yoga wajah dapat mengencangkan otot-otot di wajah.

Salah satu gerakan yoga wajah adalah smiling fish frenzy, yaitu melakukan pose tersenyum dengan senyum dan mengepalkan gigi secara bersama-sama. Tahan gerakan tersebut selama 5 detik kemudian lepaskan. Ulangi hingga 10 kali.

Gerakan lain dikenal dengan lion face atau wajah singa, yang membuat tegang semua otot di wajah dengan mengerakkan wajah hingga terasa kencang. Tahan selama lima detik lalu kendurkan setiap otot.

Yang lain cheek puff, yaitu menghirup udara melalui mulut dan membusungkan pipi. Tutup rapat bibir untuk menahan udara di pipi dan tahan udara di pipi selama 5 detik, lalu buang napas. Tarik napas dalam-dalam sekali lagi dan lakukan di pipi kiri saja kemudian beralih ke pipi kanan. Ulangi latihan ini hingga 10 kali.

Gerakan mengkerutkan bibir seperti pose akan mencium seseorang juga bisa mengecilkan pipi. Tahan gerakan tersebut selama 5 detik dan ulangi hingga 10 kali.

Selain itu, bisa juga dengan mendorong lidah pada bagian pipi dalam kemudian bergerak ke atas dan ke bawah. Lakukan pada masing-masing pipi dan ulangi hingga 10 kali.

sumber: todaypos.com

Pemutar Musik Tenaga Detak Jantung



Suatu hari, pemilik gadget pemutar musik tak perlu khawatir lagi bakal kehabisan baterai gadgetnya di tengah jalan. Selama ia masih bernafas, selama jantung masih berdetak, MP3 playernya dijamin akan terus menyala.

Sebab, baru-baru ini sekelompok ilmuwan telah menemukan sebuah chip kecil yang bisa membangkitkan tenaga listrik dari gerakan alamiah manusia.

Diharapkan, temuan ini bakal menghasilkan sebuah perangkat yang bisa menjadikan detak jantung manusia untuk menyuplai berbagai gadget sebagai sumber tenaganya.

Penemuan ini dibuat oleh beberapa ilmuwan dari Georgia Institute of Technology. Mereka memanfaatkan kabel nano Zinc Oksida, untuk membangkitkan listrik. Secara teoritis, setiap gerakan tubuh sekecil apapun, bahkan cubitan sebuah jari, bisa digunakan membangkitkan listrik.

Sejauh ini, penelitian yang dipimpin oleh Dr Zhong Lin Wang itu telah berhasil menggunakan teknologi yang mampu mengirimkan sinyal radio dan menghidupkan display LCD serta dioda-dioda dalam rangkaian. Namun Wang cs yakin, penelitian ini akan bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Temuan Wang cs ini ribuan kali lebih baik daripada riset yang dilakukan pada teknologi gerak, sebelumnya. Ia menggunakan kabel nano (nanowires) yang ukurannya 500 kali lebih tipis daripada rambut manusia.

Dalam sebuah eksperimennya, lima buah kabel nano itu mampu menghasilkan tenaga yang setara dengan dua buah baterai AA berkapasitas 3 volt dan 1 mikro ampere.

Dengan menyusunnya dalam satu stack, kabel nano itu bisa menyuplai listrik kepada perangkat elektronik yang lebih besar lagi, seperti gadget semacam iPod atau ponsel.

Diharapkan penemuan ini juga mampu diterapkan di berbagai aplikasi lain pada perangkat yang membutuhkan tenaga listrik yang lebih lama.

"Perkembangan ini merupakan sebuah tonggak capaian dalam mewujudkan perangkat elektronik portabel yang dapat ditenagai oleh pergerakan tubuh tanpa menggunakan baterai atau asupan listrik," ujar Wang seperti dikutip dari situs DailyMail.

Rahasia di Balik Rasa Lidah

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Selama ini masyarakat hanya tahu bahwa suatu rasa tercipta saat makanan menyentuh lidah dan melewati kerongkongan. Tapi ternyata ada fakta ilmiah lainnya mengenai bagaimana tubuh mengenali suatu rasa.

Rasa sebenarnya bukan hanya mengenai bagaimana makanan tersebut di lidah, tapi ada fakta ilmiah yang mengembangkan bagaimana seseorang menyukai suatu rasa dan menjadi preferensinya dalam memilih makanan tertentu.

Berikut ini beberapa fakta ilmiah mengenai makan yang mungkin bisa membantu cara berpikir seseorang yang diungkapkan oleh Gary Beauchamp, ahli biologi dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, seperti dikutip dari CNN, Senin (16/5/2011) yaitu:

Peta rasa di lidah tidak selamanya tepat
Setiap orang sudah tahu bahwa di lidah rasa manis terletak di bagian depan, asin di samping dan pahit di ujung pangkal. Tapi sebenarnya tidak ada peta yang jelas mengenai sensitifitas suatu rasa di lidah, serta beberapa orang yang sudah mengalami pemotongan lidah tetap bisa merasakan suatu rasa.

Hidung bisa mengetahui suatu rasa
Ilmuwan mengungkapkan bahwa kebanyakan rasa yang dikenali seseorang sebenarnya berasal dari aroma. Hal ini karena aroma yang terhirup hidung akan melalui bagian belakang tenggorokan dan akan memberikan sensasi suatu aroma dan rasa.

Rasa tertentu bisa membangkitkan nostalgia
Banyak orang yang memiliki kenangan kuat akan rasa tertentu dari masa kanak-kanaknya, jadi ketika ia mendapatkan rasa atau aroma tersebut akan membuatnya bernostalgia ke masa silam. Hal ini karena adanya hubungan anatomis langsung antara bau dan emosi dibandingkan indera lainnya.

Seseorang bisa mengurangi lemak dan garam tanpa mengurangi cita rasa
Lemak dan garam diketahui bisa membuat suatu makanan menjadi enak dan gurih, tapi di sisi lain kedua bahan tersebut bisa menyebabkan kerusakan molekular bagi pembuluh darah.

Seseorang bisa menggunakan air kaldu, atau rempah lainnya untuk meningkatkan cita rasa. Serta mulailah untuk tidak menggunakan garam di setiap makanan, karena beberapa bahan makanan tertentu sudah menghasilkan natrium.

Selera makan anak mengikuti ibunya
Jika perempuan hamil akan sangat mungkin untuk mentransfer preferensi rasa tertentu pada bayinya, karena janin bisa mendeteksi dan mengingat rasa yang didapatnya sampai ia lahir. Hal ini juga terjadi saat ibu memberikan ASI untuk bayinya. Kondisi ini yang menunjukkan bahwa selera makan anak bisa dimulai sejak dalam kandungan dan mengikuti ibunya. (Detikhealth.com)

9 Alasan Kenapa Harus Makan Nanas

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Nanas merupakan buah yang banyak bermanfaat untuk kesehatan. Setidaknya ada 9 alasan kenapa nanas patut untuk dikonsumsi.

Buah nanas banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik sebagai buah asli, jus atau bisa juga dicampurkan dalam salad buah, asinan dan rujak. Nanas merupakan salah satu buah tropis yang bisa memberikan efek segar bagi yang mengonsumsinya.

Berikut beberapa manfaat buah nanas yang membuat tubuh sehat, seperti dilansir lifemojo, Senin (16/5/2011):

1. Kaya vitamin dan mineral
Manfaat nyata dari nanas adalah mengandung banyak vitamin dan mineral, seperti kalsium, kalium, serat dan vitamin C. Di samping itu rendah lemak dan kolesterol.

2. Memperkuat tulang
Salah satu manfaat dari nanas adalah membantu membangun tulang yang sehat. Nanas kaya mangan, mineral yang diperlukan bagi tubuh untuk membangun tulang dan jaringan ikat. Hanya satu cangkir nanas memberikan 73 persen dari jumlah yang disarankan harian mangan. Manfaat nanas dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang pada orang muda dan penguatan tulang pada orang tua.

3. Baik untuk gigi
Gusi memegang gigi pada tempatnya dan gigi akan berada dalam kondisi yang buruk jika Anda memiliki gusi tak sehat. Dengan makan nanas, Anda memperkuat gusi selama bertahun-tahun kemudian.

4. Mencegah degenerasi makula
Nanas mengandung banyak beta karoten yang baik untuk mata dan penglihatan. Studi menunjukkan bahwa makan tiga atau lebih porsi nanas sehari dapat menurunkan kesempatan mendapatkan degenerasi makula yang berkaitan dengan usia, penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang tua.

5. Membantu arthritis
Bromelain pada nanas juga dianggap sebagai anti inflamasi yang efektif. Konsumsi secara teratur setidaknya satu setengah cangkir nanas segar harian diakui dapat meringankan nyeri sendi pada osteoarthritis. Di Jerman, bromelain disetujui sebagai obat pasca-cedera karena dianggap untuk mengurangi inflamasi dan pembengkakan.

6. Meredakan batuk dan pilek
Manfaat nanas ketika Anda terserang flu atau batuk adalah sama dengan manfaat dari jus jeruk, tetapi ada keuntungan tambahan dari nanas. Bromelain yang ditemukan dalam nanas, telah ditemukan untuk membantu menekan batuk dan melonggarkan lendir.

7. Melancarkan pencernaan
Bromelain yang ditemukan dalam nanas membantu dalam pencernaan. Makan satu potong nanas setelah makan akan mengurangi gas, kembung, mual, sembelit dan gejala sindrom iritasi usus besar. Jus nanas segar juga membantu dalam menghilangkan cacing usus.

8. Meringankan sinusitis dan bronchitis
Bromelain telah terbukti bermanfaat untuk infeksi saluran pernapasan bagian atas seperti sinusitis dan bronkitis. Bromelain membantu mengurangi inflamasi hidung dan memecah lendir di hidung, sinus dan daerah pernapasan.

9. Mengurangi risiko penggumpalan darah dan penyakit jantung
Nanas dapat membantu mengurangi risiko bekuan darah, dengan demikian juga mencegah terjadinya masalah pada jantung. (Detikhealth.com)