Ternyata Kucing dan Harimau Tidak Suka Rasa Manis

Kucing, Felis silvestris catus, adalah sejenis karnivora. Kata “kucing” biasanya merujuk kepada “kucing” yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada “kucing besar” seperti singa, harimau, dan macan.

Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 6.000 tahun SM, dari kerangka kucing di Pulau Siprus.

Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang manyimpan hasil panen.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

Kucing dan keluarganya (singa, harimau, macan) memiliki kelainan dibandingkan mamalia lainnya: mereka tidak punya ketertarikan atas rasa manis. Diperkirakan, mereka memang tidak mampu mengenali rasa manis; padahal pengenalan (dan ketertarikan) akan rasa manis digunakan mamalia untuk mendeteksi kalori suatu makanan .

Kucing mungkin suka makan es krim. Namun bukan rasa manis yang menariknya karena mereka secara genetis tidak bisa mengecap aroma manis. Demikian diungkapkan para peneliti.

Menurut para ilmuwan AS dan Inggris, kucing rumah dan kucing liar – termasuk kucing besar seperti harimau dan cheetah – memiliki gen penerima rasa manis yang berbeda dibanding mamalia lain.

Memang kadang-kadang kucing suka akan makanan yang manis menurut kita. Namun mereka akan menolak makanan yang hanya berasa manis tapi tidak mengandung bahan lain seperti mentega atau agar-agar.

“Salah satu penjelasan mengenai hal ini adalah bahwa hewan-hewan itu tidak bisa mendeteksi senyawa perasa manis seperti gula atau pemanis lain, karena penerima rasa manis mereka tidak berfungsi,” ujar Xia Li, seorang ahli genetis molekuler di Universitas Cornell, New York, yang memimpin penelitian.

Menurut Li, mamalia mengecap rasa manis menggunakan receptor atau penerima, yakni semacam pintu molekuler yang dikenal sebagai T1R di pucuk-pucuk sel perasa mereka. T1R memiliki dua subunit yaitu T1R2 dan T1R3. Masing-masing diatur oleh gen terpisah.

Dalam tulisan di journal Public Library of Science Genetics edisi online, Li menjelaskan bahwa ia menemukan perubahan pada encoding gen T1R2 pada kucing rumah, harimau, dan cheetah yang membuat mereka tidak merasakan manis. “Di luar ketidakmampuan mengecap rasa manis itu, indera perasa kucing lainnya normal,” ujar Li.

“Tidak berfungsinya penerima rasa manis ini menjelaskan mengapa kucing tidak tertarik pada makanan yang hanya sekedar manis,” kata Joseph Brand, ilmuwan biofisika dari Cornell yang juga terlibat penelitian. “Dan ini mungkin berhubungan dengan evolusi yang membuat kucing menjadi hewan karnivora.”

“Yang tidak kami tahu adalah mana yang lebih dulu: Apakah hilangnya protein T1R2 membuat kucing menjadi karnivora atau karena mereka menjadi karnivora maka T1R2 hilang setelah tidak lagi diperlukan?”

Anehnya beberapa jenis hewan karnivora tetap menyukai makanan manis, termasuk beruang, anjing, raccoon, dan lainnya.

“Dalam hal kucing, itulah mungkin alasan mengapa hewan-hewan ini kadang sulit makan. Mereka tidak bisa menikmati hidangan penutup yang manis”.

Ludah Kelelawar Penghisap Darah Bisa Mengatasi Stroke

img
(Foto: thinkstock)

Ohio, Kelelawar vampire terkenal sebagai penghisap darah dari satwa liar, ternak atau darah manusia. Studi baru menemukan bahwa air liur (ludah) dari kelelawar vampire bisa membantu mengencerkan darah dan menolong pasien stroke.

Penelitian menemukan air liur kelelawar vampire mengandung enzim DSPA (desmoteplase). Enzim inilah yang berfungsi mengencerkan darah korban sehingga membantu mengalirkan darah lebih leluasa.

DSPA ini juga bisa digunakan untuk memecah gumpalan darah di otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke. Sebagian besar stroke yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak atau stroke istemik.

Kondisi ini akan menghalangi aliran darah dan oksigen sehingga bisa mengakibatkan kematian jaringan. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan efek yang abadi seperti kelumpuhan, gangguan bicara dan penurunan kemampuan kognitif.

Pada proses penanganan stroke, waktu memainkan peran yang penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak yang mungkin terjadi. Makin cepat ditangani makin besar peluang untuk sembuhnya. Disinilah peran dari DSPA yang terkandung dalam air liur kelelawar tersebut.

Dalam jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association peneliti menemukan bahwa DSPA mungkin tidak hanya bisa bekerja dengan baik, tapi juga membantu pasien menunggu waktu lebih lama untuk mencari pengobatan.

Dalam studi ini Robert L Medcalf dari Monash University di Australia menyuntikkan DSPA ke otak tikus. Diketahui DSPA ini menyerang fibrin tapi tidak menyebabkan kerusakan otak. Para ilmuwan menunjukkan bahwa DSPA bisa diberikan hingga 9 jam setelah seseorang terkena stroke tanpa efek samping.

DSPA pertama kali ditemukan tahun 2003 dan studi pada manusia pertama yang kompleks dilakukan tahun 2006 oleh peneliti dari Ohio State University Medical Center. Didapatkan bahwa obat tersebut aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Saat ini studi ditujukan untuk menentukan apakah obat ini memiliki manfaat klinis untuk pasien stroke.

"Kami ingin menawarkan pilihan lain untuk pasien ketika mereka terkena stroke. Karena semakin lama mereka mencari bantuan, maka pilihan yang tersedia semakin sedikit karena kerusakan sudah terjadi di otak," ujar Dr Michel Torbey dari Ohio State, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Rabu (11/5/2011). (Detikhealth.com)

Cumi-cumi Ikut Dibawa ke Luar Angkasa


Dennis Kunkel Microscopy/Corbis
Cumi-cumi yang dibawa ke ruang angkasa untuk penelitian mikrogravitasi.

KOMPAS.com — Pesawat ulang alik Endeavour telah melesat ke International Space Station (ISS), Senin (16/5/2011). Dalam misi ke-25 sekaligus terakhirnya itu, Endeavour membawa Alpha Magnetic Spectrometer (AMS), alat seharga 2 miliar dollar AS yang berguna untuk meneliti antimateri dan materi gelap.

Ketika perhatian tertuju pada alat mahal tersebut, sebenarnya pesawat termuda milik Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) itu juga membawa muatan yang tak kalah penting, yaitu seekor cumi-cumi jenis Euprymna scolopes. Makhluk hidup yang termasuk golongan Chepalopoda itu dibawa sehingga bisa mengetahui efek mikrogravitasi pada kesehatan astronot.

Mengapa cumi-cumi? Makhluk ini memiliki simbiosis dengan bakteri Vibrio fischeri. Lewat simbiosis itu, bakteri memiliki ruang hidup dan kecukupan nutrisi dari cumi-cumi, sementara cumi-cumi mendapatkan keuntungan karena bakteri mampu menghasilkan cahaya. Ini membantu cumi-cumi dalam mencari makan dan menghindari predator.

Nah, seperti diketahui, gravitasi di antariksa lebih kecil daripada di Bumi. Tahun 2006, ketika bakteri Salmonella dikirim ke antariksa dan dibawa lagi ke Bumi, kemampuannya membunuh tikus putih mencapai tiga kali lipat. Pengaruh mikrogravitasi itulah yang diperkirakan menjadi penyebabnya.

Dengan mengirim cumi-cumi, ilmuwan ingin mengetahui efek mikrogravitasi pada mikroba menguntungkan seperti Vibrio fischeri. Akankah berubah menjadi merugikan? Nantinya, cumi-cumi yang dibawa ke luar angkasa itu akan dibiarkan dikolonisasi oleh bakteri, kemudian dimatikan, dibekukan, dan dibawa lagi ke Bumi.

Bila bakteri pada cumi-cumi terpengaruh oleh kondisi mikrogravitasi di antariksa, maka bakteri yang ada di tubuh astronot, misalnya di sistem pencernaan, juga bisa terpengaruh oleh kondisi tersebut. "Intinya, kami ingin memastikan para astronot dalam keadaan sehat," kata Jamie Foster dari University of Florida.

Foster mengatakan, pengiriman cumi-cumi beserta Vibrio fischeri di dalamnya ini merupakan misi pertama pengiriman bakteri menguntungkan. "Ini adalah upaya pertama melihat dampak pada bakteri menguntungkan," katanya. Hasil penelitian ini nantinya akan berguna bila misi penerbangan ke asteroid dan Mars terwujud.

Endeavour juga membawa lima jenis bakteri lain, yaitu Cupriavidus metallidurans, Deinococcus radiodurans yang tahan radiasi hingga 15.000 Gy, Haloarcula marismortui yang hidup di lingkungan salinitas tinggi, Pyrococcus furiosus yang tahan panas, dan Targigrade yang bisa hidup di rentang temperatur -273 derajat celsius hingga 150 derajat celsius. Kelima bakteri itu akan digunakan untuk menginvestigasi kebenaran hipotesis yang menyatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari meteorit. (Kompas.com)

Ditemukan Bangkai Burung Misterius Bergigi Tajam di Iran

Adakah burung yang memiliki baris gigi di mulutnya? Sepengetahuan kita tidak ada. Tetapi, seekor bangkai burung misterius yang bergigi dilaporkan telah ditemukan di kota Meshginsharhr di barat laut propinsi Ardebil, Iran.

Para penduduk lokal menemukan bangkai burung tersebut pada hari minggu tanggal 8 Mei 2011. Burung itu terlihat seperti baru mati beberapa hari karena sisa-sisa bulunya masih bisa terlihat dengan jelas. Demikian dilaporkan kantor berita IRNA.



Sebuah tim kecil dari organisasi perlindungan lingkungan Iran (EPO) segera dikirim ke wilayah itu untuk menyelidiki kebenaran berita tersebut.

Salah seorang penduduk dilaporkan telah menyembunyikan bangkai itu dan tim dari EPO sedang berusaha menemukannya. Walaupun belum menemukannya, tim itu berhasil mendapatkan foto bangkai tersebut dari penduduk lokal.

Tim itu juga mendapatkan laporan dari para penduduk lokal yang menyebutkan kalau burung itu tinggal di gua dekat desa mereka.

Bangkai misterius itu memiliki tengkorak seperti anjing dengan gigi taring yang besar. Namun tubuhnya terlihat seperti seekor burung yang tidak bisa terbang. Para peneliti mengatakan kalau bangkai itu tidak sesuai dengan spesies burung yang dikenal. Jadi, penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan dan verifikasi dari ornitologist akan segera diminta.

Menarik.

Namun kasus ini sepertinya memiliki unsur rekayasa. Yang paling mencolok adalah hilangnya bangkai misterius tersebut di awal penyelidikan sehingga tidak bisa diteliti lebih lanjut. Jika bangkai ini adalah rekayasa, maka bisa jadi pembuatnya menggabungkan badan seekor burung dengan kepala seekor anjing



Tengkorak seekor anjing

Di bawah ini adalah cuplikan mengenai penemuan bangkai itu dari media setempat. Saya tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh reporternya, tetapi, jika melihat cuplikan gambarnya, sepertinya bangkai burung yang disembunyikan tersebut telah berhasil ditemukan kembali. Kali ini mungkin para peneliti dapat mulai bekerja untuk menentukan keasliannya.

Ini screenshot dari bangkai yang telah ditemukan:




Akan sangat menarik jika di kemudian hari burung tersebut terbukti bukan sebagai rekayasa. Itu artinya kita akan memiliki burung bergigi untuk pertama kalinya.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita dapat mendengar kabarnya.

sumber: link

Pari Harimau, Inilah Mahluk Laut yang Dinyatakan Sebagai Spesies Baru

Pari harimau, jenis ikan pari air tawar yang berasal dari Amazon, telah lama populer sebagai ikan hias di Asia. Setelah sekian lama para ilmuwan meneliti, akhirnya jenis pari tersebut dinyatakan sebagai spesies baru.


Pari harimau (Potamotrygon tigrina)

Berdasarkan pola warna hitam-oranye pada bagian ekornya, pari harimau ini dinamai Potamotrygon tigrina. Memiliki lebar sekitar 80 cm, jenis pari ini memiliki perbedaan dengan pari lainnya karena warnanya yang mencolok dan karakteristik tulang ekornya.

"Ini adalah salah satu spesies yang paling cantik," kata Marcello de Carvalho, ahli hewan dari University of Sao Paulo, yang memimpin studi tentang pari harimau ini. Hasil studi Carvalho dipublikasikan di Jurnal Zootaxa.

Sejauh ini, ilmuwan belum bisa memprediksi alasan mengapa pari harimau memiliki warna yang mencolok. Warna dan pola unik pari harimau bisa saja sebuah peringatan bagi hewan lain walaupun sebenarnya spesies ini memiliki sedikit saja predator di alam.

"Sepertinya sulit bagi spesies ini untuk pas masuk ke mulut ikan jenis lain," ungkap Carvalho.

Ia menambahkan, pengetahuan tentang ikan ini masih minim. Pedagang yang menjual dan membiakkan pari harimau diperkirakan jauh lebih mengetahui daripada ilmuwan.

"Mengklasifikasikan secara formal adalah langkah pertama untuk memahami bagaimana cara mengelola sumber daya ikan ini," kata Carvalho.

Dianggap Jelmaan Putri, Warga Lamongan Temukan Ular Sanca

http://images.detik.com/content/2011/05/14/475/ular-jelamaan-D.jpghttp://solocybercity.files.wordpress.com/2010/07/ular-phyton2.jpg?w=300&h=225




Berawal dari mimpi bertemu seorang kakek yang memintanya memelihara seekor ular sanca, seorang warga Kecamatan Sugio, Lamongan menemukan ular sanca sepanjang kurang lebih 3 meter. Tempat itu diyakini warga dulunya sebagai tempat pemujaan ke leluhur.

Sang penemu ular, Marto, warga Desa Kedungbulu Kecamatan Sugio, Lamongan, mengatakan, dalam mimpi tersebut sang kakek memberitahu jika ular yang akan dirawat oleh marto tersebut adalah jelmaan seeorang putri. Kini, ular yang ditemukan oleh Marto tersebut menjadi tontonan warga.

"Saya didatangi seorang kakek yang meminta agar saya mau merawat seekor ular," kata Marto kepada wartawan, Sabtu (14/5/2011).

Marto mengungkapkan, dirinya menemukan ular sanca kembang berukuran kurang lebih 3 meter di atas pohon sekitar lokasi yang dulu digunakan sebagai tempat pemujaan leluhur warga setempat.

Sebelum mengambil ular dari atas pohon, Marto yang kini telah berusia 60 tahun mengaku bertemu seorang kakek dengan perawakan tinggi besar. Sosok dalam mimpi tersebut memberitahukannya jika ada seekor ular di atas pohon di kompleks pemujaan leluhur yang ada di desanya.

"Dikatakan kalau ular tersebut bukan ular biasa namun adalah jelmaan seorang putri," ujarnya.

Kepada Marto, sang kakek berpesan agar merawat ular tersebut hingga tua dan tidak boleh disiksa. Selain itu, kata Marto, ular tersebut juga tidak diperbolehkan untuk dijual ke orang lain. "Untuk memenuhi pesan itu, saya tidak pernah mengeluarkan ular tersebut dari dalam kandang," terangnya.

Sampai sekarang, lanjut Marto, dia tidak pernah mengeluarkan ular tersebut dan hanya memberi makan secara rutin ular sanca berupa seekor ayam. "Uniknya, ular ini tidak mau jika diberi makan ayam yang cacat maupun sakit," jelas Marto.

Sejak ditemukan, ular yang dipercaya sebagai jelmaan seorang putri menjadi tontonan warga desa setempat. Warga pun tidak pernah sama sekali mengganggu ular temuan Marto tersebut. "Saya tidak berniat menjual ular ini seperti pesan sang kakek dalam mimpi saya," pungkasnya.


(fat/fat) \



sumber :http://surabaya.detik.com/read/2011/05/14/175010/1639905/475/dianggap-jelmaan-putri-warga-lamongan-temukan-ular-sanca?991101mainnews

Seorang Professor Berhasil Merekam Suara -Suara Unik yang Dihasilkan Semut

Profesor Robert Hickling sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti serangga dan merekam getaran-getaran bunyi yang mereka lepaskan. Namun, bahan-bahan yang diperoleh tidak bisa dinyatakan hingga ia mampu merekam bunyi-bunyi yang berasal dari semut.


Ia bermaksud meneliti semut di sarangnya. Mereka tidak menemukan metoda yang lebih baik daripada mengikuti bunyi-bunyi semut.

Bagaimanapun, hal yang mengejutkan ilmuwan itu adalah bahwa frekwensi bunyi-bunyi yang dilepaskan semut-semut itu bervariasi dari satu semut dengan semut lain, dan dari jenis semut yang satu dengan jenis semut yang lain.

Ada 12.000 spesies dalam dunia semut di muka bumi, melebihi ras manusia. Di hadapan jumlah yang luar biasa ini para peneliti bingung mengenai bagaimana mereka mencocokkan semua bunyi tersebut.

Beraneka bunyi semut bisa direkam dengan sukses, dan bagian-bagian dari riset ini diterbitkan di majalah Journal of Sound and Vibration tahun 2006, dan itu adalah pertama kali manusia dapat mendengar suara semut yang sebenarnya!

Peneliti ini menerbitkan banyak riset dan yang paling penting adalah tentang komunikasi antar semut di Journal of Acoustical Society of Amarican Magazine.

Peneliti-peneliti ini menunjukkan bahwa semut-semut melebihi kita dalam komunikasi akustik. Para ilmuwan mengharapkan bahwa semut menggunakan antena-antena untuk mengirim dan menerima getaran suara. Semut memperkuat isyarat-isyarat suara yang diterima seperti pada alat-alat penerima yang canggih.

Lebih dari itu, semut-semut itu bisa menghilangkan bunyi-bunyi yang melebihi batas, sehingga hal tersebut menjadi filtrasi atau klarifikasi terhadap bunyi untuk mencirikannya dari yang lain.

Ini merupakan sistem komunikasi yang sangat maju, yang selama ini tidak dikenal para ilmuwan, dan mereka baru menemukannya beberapa tahun yang lalu.

Para ilmuwan berusaha untuk menangkap isyarat-isyarat akustik yang diucapkan semut-semut. Mereka membedakan empat macam bunyi setelah melakukan pengamatan selama bertahun-tahun


Semut menggunakan sinyal akustik tertentu yang dilepaskanya saat marah. Seekor semut memberi peringatan, lalu ia mengeluarkan panggilan yang bisa diterima, dipahami, dan direspon kawannya dengan segera. Untuk mendengarkan suara semut yang sedang memberi peringatan kepada kawannya, silakan dengarkan di sini.

Para ilmuwan menyatakan bahwa semut-semut itu seperti kita, mereka melaksanakan tugas-tugas mereka secara efisien. Sambil kerja, semut-semut berbicara satu sama lain dan berkata seperti manusia.

Kita menemukan bahwa semut-semut mengorganisir proses pengumpulan makanan dan tugas-tugas lain melalui bunyi-bunyi tertentu dan berbagai perintah yang dilepaskannya, sementara semut-semut lain mendengar dan merespon!


Ini adalah suara semut dalam keadaan normal dan saat bekerja, memindahkan sesuatu, dan mengumpulkan makanan. Silakan dengarkan di sini.

Ketika semut menyerang seekor ulat, maka ia mengeluarkan suara yang menakutkan. Suara-suara tersebut benar-benar tidak bisa dipahami, dan mereka melakukan pertemuan seperti manusia. Dengarkan suara seekor semut saat menyerang seekor ulat di sini.


Phil De Vries menemukan bahwa serangga melepaskan getaran-getaran suara lemah yang dapat dibedakan oleh semut.

Kumbang penghisap mengeluarkan zat yang mengandung gula yang disukai semut. Serangga ini mengeluarkan getaran selama ia bekerja, sehingga semut sering kali terjebak sebagai mangsanya. Getaran-getaran akustik itu merupakan alat komunikasi di antara serangga.

Robert Hickling, salah seorang peneliti terkemuka mengatakan,
"Semut-semut tidak bereaksi terhadap suara manusia dan tidak terpengaruh olehnya. Tetapi jika kita mengarahkan kepadanya getaran-getaran yang sesuai, maka semut terpengaruh olehnya dan meresponnya. Ini berarti bahwa semut-semut mempunyai bahasa sendiri dan mereka sepenuhnya seperti manusia."

Sumber :
osserem.blogspot.com

Hewan-hewan Teraneh dari Dasar Laut

Bersamaan dengan Hari Bumi pada Jumat pekan lalu situs Discovery menyiarkan beberapa foto yang berasal dari dasar laut. Foto-foto ini berasal dari kontes foto tahunan yang diselenggarakan oleh Rosenstiel of Marine and Athmospheric Science, University of Miami. Beberapa foto binatang aneh dan unik yang berasal dari kehidupan dasar laut, salah satunya dari perairan Bali Indonesia, terungkap.

1. Ikan Gobi transparan
Foto ikan ini diambil dari MarsaAlam, Mesir. Foto ini memenangkan penghargaan utama sebagai The Best Overall Photo dalam kompetisi tahun ini.
Ikan Gobi transparan

2. Kuda Laut Kerdil
Kuda laut pigmy atau Hippocampus bargibanti, mungkin sulit untuk Anda kenali, karena selain mampu berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya, kuda laut ini begitu kecil, bahkan ukurannya tak akan mampu tumbuh lebih besar daripada satu inchi. Foto ini memenangkan penghargaan kategori 'Marco'.
Kuda laut kerdil

3. Teripang Warna
Teripang warna-warni
Teripang ini dipenuhi dengan warna-warni yang mencolok. Ia hidup di Tarragona, Catalonia, Spanyol.

4. Teripang dan Udang Belalang
Teripang dan udang belalang di perairan Bali
Sebuah teripang dan udang belalang dijumpai di dasar laut di daerah Pantai Seraya Bali, Indonesia

5. Ikan Sotong
Ikan Sotong
Gerombolan ikan sotong terlihat tengah kawin di Muara Oosterschelde dekat kota Zeeland, Belanda. Foto ini memenangkan penghargaan utama kategori 'Wide Angle'.

6. Ikan Landak
Ikan landak
Ikan yang terlihat seperti sedang tersenyum itu adalah ikan landak jaring (Chilomycterus antillarum). Ikan ini ditemukan di Danau Worth Lagoon, Pantai Riviera, Florida AS. Foto ini memenangkan penghargaan kedua pada kategori potret tahun ini.

sumber

Ubur-Ubur Raksasa Yang Unik

Para peneliti Jepang saat ini sibuk memonitor akitivitas ubur-ubur raksasa di perairan cina dan mereka memperingati akan adanya invasi makhluk ini ke perairan Jepang dalam waktu dekat yang berpotensi katastropik. Kejadian yang sama juga pernah terjadi pada tahun 2005.

Para peneliti kelautan Jepang menangkap sinyal mengkhawatirkan mengenai adanya peningkatan jumlah ubur-ubur Nomura – ubur-ubur raksasa yang dapat bertumbuh hingga berdiameter 2 meter dan berat 220 kg. Para peneliti mengatakan bahwa arus air laut dapat membawa monster-monster itu memasuki perairan Jepang. Invasi besar-besaran ini dipastikan akan menghancurkan industri perikanan Jepang karena ubur-ubur itu melepaskan racun yang membunuh ikan tangkapan.







Survei ini dilakukan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Shinichi Ue, seorang profesor biologi kelautan di Universitas Hiroshima yang juga mengepalai komite peneliti pemerintah yang bertugas untuk mengembangkan teknologi untuk memprediksi dan mengendalikan pertumbuhan ubur-ubur. Prof Ue telah meneliti populasi ubur-ubur di Laut Kuning dan Laut cina selatan sejak tahun 2006

Ubur-ubur Nomura umumnya berkembang di perairan Cina pada musim semi dan mereka mereka bertumbuh dewasa ketika arus air laut membawa mereka ke utara secara perlahan-lahan. Pada Juli 2009, ketika kawanan pertama mencapai selat Tsushima (utara pulau Kyushu), kebanyakan ubur-ubur ini telah mencapai ukuran seorang pesumo. Dengan ukuran seperti ini, hanya butuh 5 hingga 10 kawanan ubur-ubur untuk menghancurkan industri perikanan.
Sebelumnya, pada tahun 2005, industri perikanan Jepang melaporkan 100.000 kasus kerusakan yang diakibatkan oleh ubur-ubur ini. Pada puncak invasi di tahun itu diperkirakan setiap hari sekitar 300 juta hingga 500 juta ekor ubur-ubur melewati selat Tsushima menuju laut Jepang.

Sumber: http://zonapencarian.blogspot.com/2011/05/ubur-ubur-raksasa-yang-unik.html

Fosil Kuda Caspian Tertua Ditemukan


Kuda Caspian selama ini dikenal sebagai kuda kalangan kerajaan.

KOMPAS.com - Jejak tulang-belulang kuda Caspian tertua ditemukan di Iran bagian utara. Demikian dilaporkan oleh Circle of Ancient Iranian Studies (CAIS). Kuda Caspian selama ini terkenal sebagai kuda para raja karena populer di kalangan kerajaan.

Kuda yang ditemukan di situs bernama Gohar Tappeh tersebut diperkirakan berumur lebih dari 3.000 tahun. "Sepertinya hidup di akhir Zaman Perunggu," kata arkeolog yang ikut menggali di Gohar Tappeh.

Tulang-belulangnya dikubur berdekatan dengan manusia, menunjukkan bahwa kuda ini sangat berharga. Pada masa purba, kerajaan memilih kuda Caspian untuk ditunggangi dalam pertempuran atau untuk menarik kereta tempur.

Kuda Caspian berukuran lebih kecil daripada kuda modern atau sekitar dua pertiganya, tetapi, seperti disebutkan oleh seorang peternak kuda ternama asal Amerika Serikat, Louise Firouz, kuda Caspian jinak, cerdas, dan penurut. CAIS mendeskripsikan kuda Caspian sebagai kuda yang ramping, bertulang kecil, pendek, kepalanya bagus dengan dahi yang tegas, mata besar, telinga pendek, serta moncong kecil.

"Mereka cepat dan kuat, bersemangat tapi tempramennya bagus," jelas CAIS.

Dalam sejarah modern, kuda Caspian merupakan kuda tertua yang masih ada. Pada 1972, Iran menghadiahkan kuda kepada Pangeran Philip yang kemudian mengembangbiakkan kuda tersebut.

Sementara itu, penelitian di Gohar Tappeh akan terus dilanjutkan. "Sampai kami menemukan 'tanah perawan' untuk mendapati manusia tertua yang hidup di situs ini," kata Ali Mahforuzi, direktur tim arkeologi di Gohar Tappeh. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Koala Miliki Pola Sidik Jari Mirip Manusia



Apa mimpi buruk terburuk para penyelidik forensik? Mimpi buruk itu adalah menyeliki kejahatan di kandang koala. Kenapa?

Kejahatan di kandang koala kebun binatang mungkin akan mengacaukan upaya penyelidikan detektif terbaik sekali pun. Mengapa? Karena koala, marsupial berukuran boneka yang memanjat pohon dengan bayinya di punggung itu memiliki sidik jari yang hampir identik manusia.

Bahkan, analisa yang dilakukan menggunakan mikroskop pun sulit membedakan tonjolan berputar-putar manusia dan koala. Koala bukanlah satu-satunya selain manusia yang memiliki sidik jari. Kerabat manusia lainnya seperti simpanse dan gorila juga memiliki sidik jari.

Hal luar biasa mengenai sidik jari koala adalah, nampaknya koala berevolusi secara independen. Pada pohon evolusi kehidupan, nenek moyang primata dan marsupial koala modern bercabang 70 juta tahun silam.

Ilmuwan mengira, ujung jari koala memiliki fitur yang lebih banyak berkembang dalam sejarah evolusioner. Pasalnya, sebagian besar kerabat dekat koala, seperti wombat dan kanguru, tak mengalami hal sama.

Selama berabad-abad, ahli anatomi berdebat pada tujuan keberadaan sidik jari. Menurut tim ahli anatomi University of Adelaide Australia yang menemukan sidik jari koala pada 1996, sidik koala mungkin membantu menjelaskan tujuan fitur itu. Petunjuknya terletak pada cara menggenggam.

“Koala mencari makan dengan memanjat secara vertikal ke cabang kecil pohon kayu putih, menjangkaunya, menggenggam segenggam daun dan membawanya ke mulut,” papar para peneliti.

Karenanya, sidik jari dapat dijelaskan sebagai adaptasi biomekanik untuk menggenggam. Hal ini menghasilkan pengaruh mekanik pada kulit. Kekuatan ini harus tepat dirasakan untuk mengontrol gerak dan tekanan statis, makanya permukaan kulit yang terorganisasi sangat dibutuhkan. Genggaman manusia, simpanse, dan koala membantu membentuk sidik jari pada jari-jari mereka.

Pertama di Dunia: Darah Sapi Selamatkan Nyawa Manusia



Kelangkaan donor darah membuat ilmuwan mulai mengembangkan darah sintetis, yang dibuat dari plasma darah sapi. Untuk pertama kalinya, terobosan ini berhasil diterapkan pada seorang korban kecelakaan mobil yang kehilangan banyak darah.

Tamara Coakley, perempuan 33 tahun di Australia mengalami tabrakan parah yang nyaris merenggut nyawanya. Dalam kecelakaan tersebut, ia kehilangan begitu banyak banyak darah sampai-sampai jantungnya gagal memompakan oksigen ke seluruh tubuhnya.

Bukan hanya itu, ia juga mengalami kerusakan pada tulang punggung, paru-parunya kolaps, tengkoraknya retak dan beberapa tulang iganya patah. Seperti diberitakan Daily Telegraph, Coakley juga mengalami kerusakan limpa yang pecah dalam kecelakaan tersebut.

"Sampai di rumah sakit, darah saya tinggal 2 pints (sekitar 946.4 ml)," ungkap Coakley seperti dikutip dari Herald Sun, Jumat (6/5/2011).

Karena darah yang didonorkan para kerabat tidak mencukupi, tim dokter di The Alfred Hospital di Melbourne akhirnya memesan 10 pints (4,7 L) darah sintetis dari Amerika Serikat. Darah yang dibuat dari plasma sapi itu sebelumnya belum pernah ditransfusikan pada manusia.

Darah sintetis yang diberi nama HBOC201 tersebut sebenarnya adalah hemoglobin, salah satu komponen darah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen. Tanpa hemoglobin yang cukup, oksigen tidak bisa didistribusikan sehingga berbagai organ tidak bisa berfungsi normal.

Dibandingkan darah asli yang didapatkan dari donor, darah sintetis dari plasma sapi ini memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya tidak butuh pemeriksaan ulang (cross match) dan bisa disimpan hingga 3 tahun tanpa harus dimasukkan lemari pendingin.

"Terobosan ini adalah langkah penting dalam pengembangan darah alternatif untuk mengatasi kelangkaan donor darah yang mengglobal. Ini seperti fiksi ilmiah," ungkap salah satu dokter di rumah sakit tersebut, Prof Mark Fitzgerald.

Untuk mengantisipasi kelangkaan donor, ilmuwan memang tengah gencar mengembangkan darah-darah sintetis lainnya. Di antaranya melalui teknologi hematopoetic stem cell, yakni membuah darah sintetis dari bahan sel induk yang antara lain bisa diperoleh dari plasenta.

sumber

7 Fakta Tentang Orangutan Sumatera

1. Orangutan Sumatera merupakan satu spesies tersendiri yang dikenal sebagai Pongo abelii, sedangkan Orangutan Kalimantan terbagi menjadi 3 sub-spesies yaitu Pongo pygmaeus-pygmaeus, Pongo pygmaeus wurmbi, dan Pongo pygmaeus morio.

http://www.orangutanwildadventure.com/images/orang-utan-sumatera.jpg
2. Orangutan Sumatera merupakan salah satu spesies yang masuk dalam kategori terancam punah (critically endangered).

http://4raptor.files.wordpress.com/2010/06/orangutan2_468x619.jpg?w=468&h=619
3. Dibandingkan saudara dekatnya orangutan Sumatera lebih sering menghabiskan waktunya untuk bergerak diantara pohon-pohon daripada bergerak pindah menyusuri tanah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjKqnPI6-FzBC7M2I4Svc5JYhyRiU3648S-SE4lYQBH1js9OsaB68BtBrHcyjJvH_wvAmRoheEfqXRuO2H_3s9d56a4BwMn2RuRAYr2TgZz7A0MVubyjyB6SslyH6BtLeXIyjMzrRQXcQ/s400/Orangutan+sumatra_orangutanexplore.jpg
4. Orangutan Sumatera saat ini hanya dapat dijumpai secara alami di bagian utara Pulau Sumatera, meskipun saat ini sedang dilakukan upaya reintroduksi orangutan Sumatera di Jambi. Sedangkan orangutan Kalimantan tersebar di seluruh pulau Kalimantan.

http://4raptor.files.wordpress.com/2010/06/mam_1974_14297.jpg?w=476&h=280
5. Analisis DNA menyimpulkan bahwa orangutan memiliki 97% kesamaan genetik dengan manusia, sehingga mudah terjadi penularan penyakit dari orangutan ke manusia ataupun sebaliknya (zoonosis).

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/archive/9/93/20100509132314!Orang-utan_bukit_lawang_2006.jpg
6. Orangutan Sumatera menggunakan 54 jenis alat untuk memperoleh serangga atau madu dan 20 alat untuk membuka dan menyiapkan buah. Diperkirakan 65% Orangutan Sumatera menggunakan alat untuk makan.

http://orangutansumatra.files.wordpress.com/2008/11/ou_007_jams1.jpg
7. Orangutan Sumatera lebih sosial dibandingkan Orangutan Kalimantan.

Sumber :
sourceflame.blogspot.com

Mengapa Kelelawar Bersembunyi Saat Hujan?

Beberapa jenis kelelawar tetap mampu terbang di kondisi gerimis ringan. Namun saat hujan semakin lebat, mereka segera mencari tempat perlindungan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biology Letters mengungkapkan alasan mengapa kelelawar melakukan itu.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/05/04/110312_kelelawar-membutuhkan-energi-dua-kali-lipat-saat-terbang-dalam-kondisi-basah-_300_225.jpg
Ternyata, kelelawar harus berusaha lebih keras agar bisa terbang ketika bulu-bulu dan sayap mereka basah.

Dalam serangkaian penelitian yang dilakukan di Costa Rica, peneliti mempelajari perilaku kelelawar Sowell (Carollia sowelli) berekor pendek, spesies kelelawar dari keluarga Phyllostomidae yang umum ditemukan di sekitar Meksiko, Amerika tengah, sampai ke Panama saat mereka terbang di penangkaran berukuran luas.

Dikutip dari Science Now, sesekali peneliti membasahi kelelawar-kelelawar itu dengan air ledeng, kadang membiarkan kelelawar tersebut terbang berbasah-basah di bawah curah air hujan.

Dari penelitian terungkap bahwa kelelawar itu menggunakan energi dua kali lipat lebih besar saat mereka terbang dalam kondisi basah dibandingkan dengan jika mereka terbang dalam kondisi kering.

Terbang pada kondisi hujan juga tidak berbeda. Ini menghapuskan dugaan adanya masalah mekanik yang diakibatkan oleh tetesan air hujan yang jatuh di sayap mereka ataupun beratnya tetesan air yang harus mereka tanggung.

Menurut peneliti, kelelawar basah, sama seperti mamalia lain yang tengah basah, merasa kedinginan. Untuk itu, mereka perlu bekerja lebih keras agar tubuh mereka tetap hangat.

Selain itu, dengan banyaknya air membasahi bulu dan melembabkan sayap mereka, kondisi basah kuyup juga tentunya membuat kelelawar menjadi tidak aerodinamik untuk mengudara.

Sumber :
teknologi.vivanews.com

Propolis, Air Liur Lebah yang Mampu Mengobati Hampir Segala Jenis Penyakit

Tahukah anda kalau sebenarnya lebah menghasilkan 4 macam produk. Orang-orang awam hanya tahu madu sebagai produk lebah. Namun selain madu lebah juga menghasilkan royal jelly, bee polen, dan propolis.

Untuk menjaga kesehatan biasanya orang minum madu, namun untuk mengobati penyakit, propolis lebih manjur, kalau menggunkan madu dibutuhkan waktu yang lama dan kurang mujarab dibanding propolis.

http://www.methodsofhealing.com/Types_of_Healing/files/2008/08/apitherapy.jpg
Propolis dikumpulkan oleh lebah dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar lalu dicampurkan dengan air liurnya, yang digunakan untuk menambal lubang dalam sarang lebah yang sekaligus juga melindungi sarang lebah dari serangan virus, bakteri dan jamur.

Propolis yang berbahan dasar air liur lebah ini, ternyata merupakan obat alami yang bisa dipakai untuk menaklukkan hampir semua jenis penyakit.
Propolis berasal dari bahasa Yunani (pro = sebelum, polis = kota = sistem pertahanan kota). Ia sanggup menyembuhkan diabetes dan gangren, yang merupakan penyakit tidak bisa disembuhkan secara medis, bahkan tanpa suntik insulin dan amputasi.

Penderita kanker stadium lanjut yang telah divonis tidak memliki harapan, juga bisa sembuh dengan propolis. Segala jenis penyakit maut lainnya seperti stroke, sakit jantung, batu ginjal, gagal ginjal, hepatitis, dan bahkan AIDS juga sanggup ia taklukkan.

Tidaklah heran mengapa propolis bisa memberikan keajaiban sedemikian rupa adalah karena kandungan antioksidan 1 tetes propolis = antioksidan 500 buah jeruk. Disamping itu, propolis kaya akan asam amino, vitamin-vitamin, bioflavonoids.

Propolis sebagai pengobatan alami, mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.


Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Propolis sebagai antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.

2. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya: thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.

3. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.

4. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.

5. Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka bakar dan sebagainya.

6. Propolis sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya kanker, tumor, mioma, kista dan sebagainya.

7. Propolis berfungsi untuk membersihkan pembulu darah dan detoksifikasi.

8. Propolis berfungsi sebagai pembuangan racun, misalnya asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus, dan sebagainya.

9. Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, berbagai infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.

10. Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh dan sekaligus anti oksidan kuat.

11. Propolis meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

http://propolisdiamon.files.wordpress.com/2010/06/western-honey-bee-34108.jpg

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaannya:

1. John Diamond, MD
Propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.

2. Ray Kupinsel
Propolis sebagai antibiotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping.

3. Profesor Arnold Becket
Propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.

4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia)
Dalam propolis terdapat zat antibiotik alami dan antiviral, vitamin, asam amino, dan mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.

5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospita Tiongkok)
Propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.

6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991
Dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.

7. Majalah antibiotik VP Kivalkina
Propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluarsa.

8. Dr. K. Lund Aagaard
“Propolis, Natural Substance, the way to health”. Bioflavanoid yang terkandung di dalam propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan polusi, bahan pengawet dan bahan kimia lain yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan kerja bioflavanoid ini setara dengan kemampuan 500 buah jeruk.

9. Prof. Hembing Wijaya kusuma
Propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan berkhasiat luar biasa.

Sumber :

Angry Birds Dalam Kehidupan Nyata

Inilah bentuk nyata dari burung-burung yang ada dalam game Angry Birds
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com
http://hermawayne.blogspot.com

sumber

Arkeolog Berhasil Menemukan Dinosaurus "Iblis" Periode Triassic

http://www.sciencebuzz.org/sites/default/files/images/tawa_hallae_illustration.jpg

Dinosaurus baru yang diberi nama "Evil Spirit Buck-Toothed Reptile" alias reptil roh setan bergigi jelek atau dalam nama ilmiah Daemonosaurus chauliodus ditemukan di New Mexico. Si iblis ini merupakan dinosaurus penghubung antara dinosaurus tertua dan dinosaurus Jurassic spesies theropod.



Dinosaurus yang hidup 205
juta tahun yang lalu ini setinggi anjing besar dengan tulang yang tidak biasa. Demikian jelas Hans-Dieter Sues, ahli purbakala vertebrata di National Museum of Natural History di Washington DC. "Moncongnya pendek dan gigi depannya besar-besar," katanya. Ia juga menambahkan, "Jenis struktur tulang yang tidak dikira pada waktu itu untuk dinosaurus predator."
http://www.bna.bh/portal/sites/default/files/dinosaur_0.jpg

Dinosaurus tertua yang diketahui hidup 230
juta tahun yang lalu, dalam Periode Triassic. Setelah itu, ada jeda besar dari hasil temuan fosil. Banyak ahli memperkirakan bahwa dinosaurus-dinosaurus awal punah. "Setelah itu predator yang lebih rumit mengambil alih kemudian terjadi diversifikasi pada peralihan periode Triassic ke Jurassic," kata Sues.

Daemonosaurus c ini merupakan jembatan yang menghubungkan kedua grup dinosaurus. Dari fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki beberapa ciri yang menghubungkan jeda evolusi antara dinosaurus awal ke dinosaurus yang lebih modern. Berdasarkan analisis terhadap fosil yang ditemukan, dinosaurus ini memiliki ciri Triassic dengan beberapa ciri dari Jurassic.


Ciri Triassic yang dimilikinya, misalnya, jeda kecil antara lubang hidung dan rongga mata. Tulang yang berkaitan dengan kantong udara yang seperti sistem paru-paru burung juga masih punya ciri primitif. Ciri dinosaurus yang lebih modern yang dimiliki Daemonosaurus c ada pada gigi.


"Ini adalah bukti bahwa dinosaurus punya distribusi yang lebih luas," jelas Sue.

http://newsdesk.si.edu/sites/default/files/imagecache/photo_pagewidth/photos/Daemonosaurus-fossil.jpg



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8216073

Kenapa Bunglon Bisa Berganti Warna ?

Bunglon reptil yang populer karena kemampuannya mengubah warna kulit. Lalu apa yang menyebabkan bunglon dapat berubah warna?

Bunglon adalah salah satu jenis Chameleon. Terdapat lebih dari 100 jenis Chameleon. Ada yang hanya dapat berubah warna dari coklat ke hijau dan sebaliknya, namun banyak juga yang memiliki banyak koleksi warna menakjubkan di tubuhnya.

Pigment unik pada lapisan kulit chameleon memberi kemampuan bunglon untuk mengubah warna. Selama ini kita mengira chameleon mengubah warna karena menyesuaikan dengan lingkungan, atau menyelamatkan diri dari musuh. Mengutip penjelasan National Geographic, ternyata penyebab chameleon berubah warna adalah:


1. Sinar Matahari


Ketika chameleon coklat ingin berjemur di bawah sinar matahari, maka si chameleon akan mengubah warna kulitnya menjadi hijau untuk memaksimalkan refleksi sinar matahari yang didapat.


2. Suhu


Ketika suhu dingin, kulit chameleon akan berubah berwarna lebih gelap untuk memaksimalkan penyerapan panas.


3. Mood


Chameleon jantan yang 'ditantang' chameleon lain bisa berubah warna menjadi merah kekuningan. Atau ketika si chameleon 'fall in love', bisa juga warnanya berubah untuk menarik perhatian, misalnya ungu, biru dan kemerahan.

Bunglon merupakan sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Banyak orang yang mengartikan bahwa bunglon mengubah warna kulitnya sebagai kamuflase atau respon terhadap musuh dan bahaya. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian.

Bunglon memang memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya. Tetapi, bunglon tidak bisa berubah kulit ke semua warna, melainkan hanya ke warna-warna tertentu saja.

Lalu, mengapa bunglon dapat mengubah warna kulitnya? Tentu saja hal ini didukung oleh adanya fungsi dalam tubuh bunglon yang mendukung fungsi tersebut.


Bunglon Memiliki Sel-Sel Warna


Bunglon memiliki sel-sel warna di bawah permukaan kulitnya yang transparan. Di bawah lapisan ini terdapat dua lapisan sel yang mengandung pigmen berwarna merah dan kuning (juga disebut chromatophores).

Di bawahnya lagi ada lapisan sel yang merefleksikan warna biru dan putih. Lalu di bawahnya lagi ada lapisan melanin untuk warna coklat (seperti yang dimiliki manusia).