Ini Dia Mobil BMW Terkencang

Rumah modifikasi asal Jerman BMW, G-Power, mengklaim telah menciptakan mobil terkencang dalam sejarah mobil BMWJerman BMW, . G-Power mengatakan bahwa M6 Hurricane CS mampu melesat dengan kecepatan maksimum 370 km per jam.

Sayangnya, G-Power tidak menyebutkan kapan dan dimana tes tersebut dilakukan. Mereka juga tidak menyebutkan berapa kecepatan maksimum tepatnya yang dicapai mobil ini.

Yang jelas mobil ini menggendong mesin twin-supercharged V10 SK III RS yang dipasang di M6 Hurricane CS. Ini adalah mesin yang mampu mencatat rekor Sedan Tercepat di dunia tahun 2008 karena mampu menghasilkan tenaga maksimum 750 hp dengan kecepatan maksimum 367,6 km per jam.

Mesin ini membuat M6 Hurricance CS mencapai torsi maksimum 800 Nm pada 5.000 rpm. Mobil ini juga dimodifikasi seperti bagian knalpot (exhaust), jok (seats), dan suspensi.

Sedan ini juga menggunakan bodykit karbon fiber, wheel arches, diffuser, rear apron, dan rear wing. Mobil ini juga dilengkapi ban Micheline Pilot Sport PS2 yang membalut velg 19 inci custom light.

Menggunakan carbon-ceramic brakes, dan six-piston calipers sehingga saat berlari kencang mampu memberhentikan mobil dengan sangat baik.

Hebatnya G-Power M6 Hurricane CS memiliki speedometer yang bisa menjangkau 400 km per jam. Mobil ini dibandrol 360.000 euro.

Mobil Berlapis Emas Rp 45 Milyar

Mobil dengan embel-embel termahal sampai yang termurah begitu banyak di muka bumi ini. Tapi, kalau Anda membaca berita ini, Anda pasti akan berguman, gila! Iya, ini dia mobil Mercedes Benz SLR Mclaren yang diklaim paling mahal di dunia, harganya Rp45 milyar.

Mercedes-Benz SLR McLaren 999 Red Gold Dream adalah sebuah mobil Mercedes-Benz SLR McLaren yang dimodifikasi oleh desainer Swiss, Ueli Anliker.

Untuk memodifikasi mobil ini, Ueli membutuhkan waktu kerja selama 30.000 jam, maklum bagian-bagian tertentu dari mobil ini pengerjaannya sangat rumit karena dilapisi emas 24 karat (24K).

Lihat saja mulai dari velg, dashboard semuanya dilapisi emas. Anda akan berpikir orang kaya mana yang mau membeli mobil seharga US$ 4,35 juta atau kurang lebih Rp45 milyar. Edan!

Amazing Pictures of Surfers Wiping out on Big Waves

If there’s one sport I’d really like to try it’s gotta be surfing.











MODIFICATION OF MIO MATIC


LHK as players shake MIO, NOUVO & MOTHAI always rely on other components BOLT ON. They make the front Upside down Shock, Shock Money Back, BODY KIT, carpet MIO, bolts & ACCESSORIES color anodize.

Simple but nice views biayanyapun to think big modif like this, OMC is often a motor like this, because the concept of the OMC is offered daily use, good views, and not expensive MIO MODIFICATION.

Finest Police Cars in the World

These where some of the finest police car photo collection all over the world:





South Africa: Lamborghini Gallardo

The nearly $200,000 car was loaned to the authorities by a local Lamborghini importer to use it as an “attention-getting device” to control traffic....






UK: Lamborghini Gallardo


More Photos of
The World’s Finest Police Cars

Honda Freed Terus Diburu Konsumen

Konsumen Indonesia sepertinya tak mengenal krisis. Setiap kali akan muncul produk baru, pasti langsung diserbu. Mau bukti? Honda Freed, contohnya
Produknya belum dilaunching, harganya aja masih dihitung-hitung, tapi yang inden ternyatasudah lumayan panjang.
Freed Freed, menurut Marketing and After Sales Director PT HPM Jonfis Fandy. Baru akandiluncurkan Juni mendatang, sebelum pelaksanaan Indonesia International Motor Show (IIMS). “Memang inden yang masuk dari dealer sudah cukup panjang. Ini karena pemberitaan tentangcukup gencar, meski kam belum menetapkan harga pastinya berapa,” tambahnya.
Menurut Jonfis, idealnya harga Freed berada di kisaran Rp 230 sampai Rp 250 juta, yang pasti di atas Jazz dan setara dengan Honda City. Saat ini, Jazz RS otomatik dijual Rp 213,5 juta atau standar otomatik Rp 201 juta. Sebagai pembanding, di negara asalnya, perbedaan harga antara Jazz dan Freed mencapai 450.000 yen atau bila dikonversi dengan kurs sekarang (Rp 113) sekitar Rp 50 jutaDi Jepang, Freed masuk kelompok minivan kompak. Hal tersebut didasarkan pada dimensinya: panjang 4.215 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.715 mm. Jarak sumbu roda 2.740 mm.
Khusus untuk jarak sumbu roda (wheelbase), Freed punya kelebihan. Pasalnya, dengan panjang 4.215 mm, jarak sumbu roda 2,740 membuat ruang interior lega. Dibandingkan dengan kendaraan sejenis yang dipasarkan di Indonesia, hanya Kijang Innova yang lebih besar dari Freed, yaitu 2.750 mm. Namun dimensi Innova lebih bongsor, yaitu panjang 4.555 mm.
Dengan daya muat 7 atau sampai 8 penumpang, Freed sangat menarik bagi keluarga dengan ruang garasi terbatas dan mereka yang suka serba-praktis. Dengan pintu samping belakang model geser yang memudahkan penumpang naik turun di ruang parkir yang sempit.
Kendati berkapasitas 1,5 liter - sama dengan Jazz - mesin i-VTEC yang diandalkan Freed mampu menghasilkan tenaga maksimum 120 PS @6.000 rpm, torsi 4,8 kgm @4.800 rpm. Di kelas 1,5 liter, mesin ini termasuk yang paling besar tenaganya, bahkan hampir mendekati kemampuan mesin 1,8 liter.
Fitur menarik Freed lainnya adalah transmisi otomatik CVT torque converter yang membuatnya makin sangat menarik, karena konsumsi bahan bakarnya dipastikan lebih irit.
Karena itu, wajar minivan Honda ini tak hanya ditunggu konsumen Indonesia. Konsumen seperti Thailand, Malaysia dan Singapora juga menunggu Freed dari Indonesia. Pasalnya, harga jual Freed rakitan Indonesia dipastikan lebih kompetitif dibandingkan bila diimpor langsung dari Jepang.
Ditambahkan, minivan yang disebut Honda sebagai “Compact & Big Space” ini, dipasarkan dalam dua versi. Namun Jonfis belum mau merinci perbedaan kedua varian tersebut. Apakah seperti Jazz, manual dan otomatik atau otomatik dengan fitur standar dan mewah (hi-grade).

Pontiac Solstice SD-290























The inspiration of Pontiac Solstice SD-290 concept is coming from a vintage race car design. The design concept really capture the design of vintage race car and evoke the emotions of classic sport cars. The concept design has an old school look with a passenger cockpit tonneau cover and a driver windscreen, creating a pure race car looks.



Pontiac reduce the weight of the car, improved the aerodynamics and also redesigned the fender gill panels. They also created a new hood with heat-extracting grilles, a red paint scheme and cockpit filled with auxiliary gauges, a roll bar and racing seat.



This race car concept has direct-injected, turbocharged 2.0-liter Ecotec four-cylinder engine that produced 290 horse power, this is the reason they call it Pontiac Solstice SD-290.





Official Pontiac Solstice SD-290 Features Highlight from GM :



- 2.0L Ecotec direct-injected and turbocharged generating 290 horsepower

- Five-speed manual transmission

- Weight reduction through installation of driver-side only windscreen and elimination of door glass/hardware, convertible top/hardware, HVAC system and wiper system

- Solo Performance cat-back exhaust system with center-mounted outlet

- KW Automotive coil-over suspension package

- Three-piston aluminum calipers with 13-inch rotors from Stainless Steel Brake Company

- Forged 19-inch wheels with Hoosier R6 racing tires

- New front fascia, grille inserts, hood and front fenders, leading to better aerodynamics

- Passenger-side hard tonneau cover

- Competition red exterior color

- Rear spoiler

- Tinted headlamp lenses

- Removable racing-style steering wheel

- Racing seat with four-point safety harness

- Chrome fire extinguisher

- Pegasus center console gauge package

- Driver's roll bar

























Pontiac Solstice SD-290 Specifications :



General Specifications :

Country Of Origin : United States

Introduced at : 2007 SEMA Show



Engine :

Configuration : 2 liter Ecotec i-4

Engine Location : Front, longitudinally mounted

Powertrain Layout : Rear Wheel

Displacement : 2.00 L | 122 cu in. | 1999.6 cc.

Construction : cast-aluminum block and head

Displacement : 1.998 liter / 121.9 cu in

Bore / Stroke : 86.0 mm (3.4 in) / 86.0 mm (3.4 in)

Compression : 9.2:1

Valvetrain : 4 valves / cylinder, DOHC

Fuel feed : Direct Fuel Injection

Aspiration : Turbo



Drive Train :

Gearbox Transmission : 5 speed Manual

Drive : Rear wheel drive



Performance :

Power : 290 bhp / 216 KW

BHP / Liter : 145 BHP / Liter



Ferrari 599XX Semakin Agresif


Ferrari belum lama ini meluncurkan proyek terbaru mereka 599XX. Model ini merupakan sport car kelas kompetisi dengan mengambil basis dari 599 GTB. Mobil ini masih menggunakan sistem penggerak dan mesin yang sama dengan model tersebut.

Laba Daihatsu Turun

Produsen otomotif Jepang, Daihatsu Motor Co., Senin (27/4), mengumumkan penurunan laba tahunan untuk pertama kalinya selama tujuh tahun terakhir, dipengaruhi melemahnya permintaan dan menguatnya yen.

Daihatsu, anak perusahaan Toyota Motor Corp., mengatakan penghasilan bersihnya turun 36,8 persen di tahun anggaran sampai Maret menjadi 22,07 miliar yen (228 juta dolar AS) karena pendapatan anjlok sampai 4,2 persen.

Angka itu sejalan dengan perkiraan keuntungan sebesar 21 miliar yen. Kelompok usaha tersebut sejauh ini mampu menjaga kinerjanya agar tidak sampai merugi, tidak seperti Toyota, karena penjualan mobil kecil yang menjadi spesialisasinya kurang terpengaruh oleh hantaman penurunan perekonomian dunia dari pada permintaan untuk kendaraan besar.

Meski demikian, Daihatsu memangkas ratusan pekerjaan untuk menghadapi penurunan ini.
Perusahaan itu memprediksikan saat-saat yang sulit pada tahun 2009 akan dimulai pada bulan ini, dengan memproyeksikan laba bersih anjlok 64 persen menjadi 8,0 miliar yen.

Pendapatan perusahaan itu juga diperkirakan merosot 14 persen karena melemahnya permintaan.

Bench of Nails: Recycled Metal Art + Furniture Design



A bed of nails conjures mental images of extreme asceticism, potential pain and times past. This bench of nails inverts that association with a smooth, curved and rippled surface for comfortable seating and an extremely contemporary look that shifts and changes from each angle of view.




The underlying wood is cut, smoothed and scorched to fade it to the background while the nails on top are ground down to reveal their inner silver shine and stand out visually against the dark wooden surface below.

Although technically intended as works of art and not necessarily functional furniture, it seems logical that designers could extend this approach to all kinds of ordinary household designs. With the nails spaced closely enough and sufficiently smoothed there is no reason not to make everyday furniture like this.

Bodi Porsche Cayenne Dipermak

Bodi Porsche Cayenne

JAKARTA, RABU - Harga mobilnya saja sudah bikin geleng kepala. Eh, sama pemiliknya, Porsche Cayenne malah dimodifikasi lagi bodinya. Ban diganti yang superbesar dan kelir bodi diubah dengan warna centil. Pokoknya, belum tentu ada yang segila ini. Dan, SUV premium mewah dan elegan yang Anda lihat ini bukan di luar negeri, tapi di Jakarta.

Bodi Porsche Cayenne Modif


Konsep Face Lift
Sang pemilik memang fanatik Porsche. Kebetulan ia punya Cayenne 2005 ingin tampil 'lebih eksotis' dan wajah (bodi mobil) terlihat muda. Tak sekadar mencuatkan eksotisme bawaan pabrik, gilanya lagi, sang pemilik mempercayai bengkel lokal untuk menggarapnya.

Konsep awalnya adalah teknik face lift. Dua pasang lampu depan-belakang Porsche Cayenne 2008 pun dipesan di Porsche Jakarta Center berikut wiring, bracket dan fog lamp. Semuanya menelan biaya Rp 50 jutaan dan hanya sebulan pesanan sudah di tangan.

Ternyata, lampu depan keluaran 2008 tak bisa dipasang karena beda desain. Mau tak mau, bagian tertentu bodi Cayenne 2005 dimodifikasi tanpa mengurangi nilai eksotisme sebuah SUV mewah. Sentuhan pertama, seluruh upron depan, mulai dari bumper, kap mesin serta fender dimodif bentuk baru sesuai lampu 2008 yang mengacu pada bentuk Cayenne versi tuner-tuner sohornya. Pemasangannya tidak sulit lantaran sistem wiringnya sama.

Kap mesin dan bumper depan dibuat dari bahan fiberglass mengikuti batok Cayenne 2008. "Body kit depan diambil dari desain TechArt Magnum, sedangkan kap mesin terinspirasi dari tuner Gemballa dengan GT750nya," kata Didith, pentolan mekanik JR Auto Fasion. Malah dilihat sekilas, desainnya mirip Reinspeed X-treme. Hanya air dam tengahnya tanpa detail gril bertingkat.

Bodi samping juga kena sentuhan. Bodi yang sudah besar terlihat lebih berotot dengan tambahan panel bodi serta fender custom dari fiberglass. Lantaran ukuran bodi Cayenne lama dan yang baru tak banyak berubah, custom fender hanya dibuat lebih lebar sekitar 3-5 cm. Itupun dengan tambahan lekukan over fender custom. Side skirt penyambung bodi depan dan belakang terinspirasi dari cayenne Reinspeed.

Sementara bodi belakang seperti terlihat tak tersentuh. Padahal, sudah diganti dengnan replika TechArt Magnum lantaran desainnya mirip dengan aslinya. Agar terkesan menyatu, panel pintu belakang dipertebal dengan bantuan fiberglass. Roof spoiler custom juga dibuat lebih panjang dan tebal sekitar 3 cm. Bodi terlihat penuh, lewat aplikasi twin muffler dari TechArt.

Pertama di Ceyenne
Sang pemilik memang tidak mau tanggung-tanggung memodifikasi Ceyennenya. Satu set velg 24 inci langsung dipasang dan bukan murahan, dipilih Forgiato Vizzio berdimensi 24 x (12+13) ini denngan model glass black with white style yang dipesan langsung dari pabriknya di Amerika.

Sesuai konfirmasi rumah modifikasinya, ini velg 24 inci pertama dengan dimensi custom yang dibuat Forgiato untuk Porsche Ceyenne. Dan sampai ke Indonesia makan waktu 3 bulan dan harganya, wouw, Rp 90 juta lebih.

Tak cukup hanya dimodifikasi, ternyata sang pemilik Mr. B ingin kelir hitamnya berganti warna JR Auto Fashion melaburnya dengan merah permen (Candy red) dari Spies Hecker. Sedangkan sistem pelapis cat menggunakan pernis High Solid dari Sikkens.

Luar biasa! (Rendy)
Source : Kompas.com

Replika Mugen Buat Honda Jazz

Replika Mugen dari W7 Carsmetic Buat Honda Jazz.
Buat pemilik Honda Jazz generasi kedua yang masih dalam kondisi standar, lantas ingin mengubah tampilannya. PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen tunggal Honda sudah menyediakan body kit Mugen dan Modula. Bahkan Honda Jazz versi kedua rumah modifikasi itu tersedia, hanya selisih harga dengan yang standar lumayan banyak.

Carsmetic Buat Honda Jazz


Tak perlu kecewa, jika ada yang ingin membuat tongkrongan Honda Jazznya jadi gagah. Coba simak hasil modifikasi yang dilakukan William Harjanto, juragan dari W7 Carsmetic dan Dicky Mursalie, Direktur Marketing PT Elangperdana Tyre Industry. Kedua Jazz mereka mengaplikasi dari Mugen.

Hanya Rp 7 juta
Sebagai pemasar ban, Dicky berhasrat tampilan Jazznya berubah elagan. Si kulit hitam Forceum D850 ukuran 205/40ZR18 jadi pilihan lantaran punya desain tapak yang fashion dan dinding samping mampu beradaptasi dengan berbagai medan.

Kurang puas hanya mengganti ban, eksterior ikut dibenahi dengan mengaplikasi dari Mugen. Dicky lantas meminta bantuan William untuk memodifikasinya dengan syarat, ia tak mau ceper karena dipakai sehari-hari.

Body kit Mugen yang dibikin Willim tersemat mulai dari bumper depan dan belakang dan side skirt. Sementara wing belakang dicontek dari Modula. "Bentuk Jazz yang membulat tidak pas dengan spoiler lebih lift. Supaya lebih aerodinamis, Modula lebih pantas," tegas Dicky.

Untuk pemasangan body kit, William hanya membutuhkan tiga hari. Kocek yang dikeluarkan tak lebih dari Rp 7 juta. (Andri, Diesta)

Limited Edition
William yang kebetulan juga punya Jazz generasi II ikut mendandani kepunyaannya. Ia menamakan karyanya itu denngan Limited Edition Line. Dengan perbedaan tampak pada bibir bumper depan dengan menggunakan add on body kit yang ditambah daging setebal 2 cm.

Pemilihan material dasarnya menggunakan serat yang ringan dan elastis. Alasannya agar dari pembentukan body kita lebih lentur dan mudah mencarikan lekukan yang pas.

Untuk keempat kaki, William memilih ban Accelera tipe Phi dengnan ukuran 215/35ZR19 untuk membungkus velg Work Euroline SS 19x7,5 inci. Mulai dari pembentukan sampai pemasangannya, William menghabiskan waktu dua minggu.

Source : Kompas.com

Tip dan Trick
Mobil Matic Tak Bertenaga di Tanjakan
Cerdas Hemat BBM
Merawat Mobil di Musim Panas
Suzuki Swift Bergaya Produk Domestik Jepang

Benz CL500, Coupe Special Edition

Pabrikan mobil asal Jerman Mercedes Benz meluncurkan CL coupe special edition. Mobil ini dirilis untuk memperingati perayaan 100 tahun lambang three-pointed star yang menjadi logo Mercedes Benz hingga saat ini.
Tepat 24 Juni1909, Daimler-Motoren-Gesellschaft secara resmi mendaftarkan desain lambang Mercedes Benz yaitu three pointed star (bintang perak bersudut tiga).
Dua minggu kemudian, tepatnya tanggal 6 Agusus perndaftaran Benz juga diajukan.
Keduanya kemudian resmi menjadi satu (joined forces) tahun 1926.

Mengenang kejadian tersebut, Mercedes-Benz membuat CL 500 lebih mewah dengan menyimatkan jok kulit kulitas terbaik dan black piano lacquer trim serta emblem original yang menjadi trademar dibagian depan tengah kap mobil.
Selain seri CL, Mercedes Benz juga membuat AMG menjadi lebih macho. Edisi 100 tahun
ini dilengkapi dengan ban 20 inci palang lima dan dicat khusus berwarna titanium grey.

Turbo Kit Untuk New Honda Jazz

New Honda Jazz Kit
KOMPAS.com — Buat pemilik Honda New Jazz, dan kebetulan menyukai kecepatan, ada tawaran menarik buat mendongkrak tenaga. Rev Engineering, bengkel dan rumah modifikasi mesin di Jl Arteri Kedoya No 70 (Jl Panjang), Jakarta Barat, telah menyediakan paket turbo dari Zage, khusus untuk New Jazz.

New Honda Jazz Kit

Sistemnya, plug and play, tanpa mengubah internal mesin, bisa meningkatkan tenaga mesin i-VTEC berkapasitas 1.500 cc. Porsi boost hanya 0,4-0,5 bar. Meski dengan tekanan turbo segitu, tenaga sedan hatchback bisa naik menjadi 185 dk. Harga dipatok Rp 35 juta, termasuk piggyback, instalasi dan dyno test. Bisa kontak ke Rev Engineering di (021) 56964612.

Sekalian, ada velg aftermerket juga buat New Jazz lansiran Sato yang punya desain elegan dan celong. Ukurannya 18 x 8 inci dengan offset 45 mm. Kalau yang ingin tampil sporty, ada lansiran Sportechnic ukuran 18 x 7,5 inci dengan offset 48 mm. Soal harga, bisa kontak Team Cars di (021) 6011026.

Klakson bersuara asyik dan kencang dari Stebel. Tidak memekakkan telinga. Pemasangannya sangat simpel dan hanya butuh koneksi ke sistem listrik standar. Kalau penasaran, bisa kontak Dynamic Motorsport di (021) 65850359. (Tim Motor)

Source : Kompas.com

Barbecue..inside my house?!

Sorry for the lack of updates here. Currently I've been busy with lots of task which quite bothers me not to post a..posting on my blog. There are few happy and special moments in my life which currently are happening, so I would like to thank Allah S.W.T for all those special moments. Oh anyway bout the title post..last night my family don't know what we should eat in during lunch time, so my mum decided that we should cook something like a mini barbecue..so I generously offered her my help to cook! Did you guys know I like to cook too? Heh.

The "Barbecue Pit". From left is cooking oil, the steamboat cooker with a BBQ cooker on top, the marinated chicken inside the cover and lastly a BBQ sauce. Typical stuff isn't it?


The fresh marinated chicken (thanks to my mum who marinated it, and me for enhancing the flavour) been cooked on top of the iron plate..it may look greasy since the iron is sucking and drying the oil quickly..I don't want the chicken to go 'roasted'.


This is how it looks like half cooked or almost cooked. It may look SUPER oily, but actually the chicken doesn't absorb the oil that much after I put it into the plate, which is good considering how much OILY it looks like here. Even when I eat it they isn't any sign of oilyness that much like you seen right here.


Here's the Licensed To Grill successor. Hahaha.

The taste verdict by both of my parent: delicious! They like it! Hahah guess the enhancing flavor that I did before is working well. I would love to do this again, but in a better and a true barbecue pit rather then this..

Zamil

Nissan S14 Silvia Custom

RADICAL MODIFICATION OF KAWASAKI NINJA

modifikasi.jpg


Kawasaki Ninja - a radical modification of the neat and steady for oprasional.

"It looks expensive bgt, whereas if we'd be dibandingin more than Japan should modif motor, lots of crazy modif the price exceeds the price of Aprilia. but cuman doang models which all have the Aprilia Mito.Upside or down, gedhe tires, etc.. "- by Girifumi

Create crazy bro modif Girifumi assumption may be a bit much to make them mengerinyitkan forehead. But for most bikers, especially for bikers who think economically and bikers that prioritizing originality factor may very Girifumi bro assumption is correct.

Cost Factor

An example is the owner of Honda Tiger Revo (nyari safe mode-on), regardless of the cost of the average motorcycle owner modification goal was not far from the model SP NSR, Aprilia or Cagiva Mito. Even beyond the standard may modify them by replacing the light front leg into the foot upside down, the rear suspension to monshock to buy parts like fuel tank parts and the rear panel. Finally, after the modification with the cost of not less be a motor Tiger Revo is a bit like Aprilia, or SP with oddities here and there. The most severe is a radical modification of saving package style, intended to make cost savings, it is the waste and wasting time. Why? Many incidents where the motor modification costs became more expensive than the cost of buying a motor "original" that the goal of modification, is it even a strange hasilnyapun.

Originality factor

This is probably the most controversial paragraphs ever posted in INDOBIKERS. There is a question that is quite intriguing. Does the costume Barcelona numbered 14 you have to be Thierry Henry? Of course not, but certainly you have stated to anyone especially to people who see you that you are a fan or at least sympathizers of the former king of Arsenal. Bahakan if Thierry Henry "original" yes definitely saw you too will smile with you. But by installing fairing Yamaha R1 on the Tiger Revo you, and you happen to run into a real Yamaha R1 would certainly different situations. Maybe nothing happened seemingly anything but actually the driver will only R1 confusion with which you ride motorcycles, often bahakan who scorn it out in the mind of the driver R1 "authentic" is. Besides, whether by using R1 and the fairing you may be necessarily anggot club R1? Unfortunately it's not going to happen but certainly you will lose motor identity.

Creativity without borders

Modifying the motor is the development of creativity without boundaries. But the best pure goal is to modify the original idea, do not imitate or trace moge existing, let alone trace CBU motor sport that costs not much (about the same cost-red) than the price of your own bike. What is clear radical modification of the motor is generally less suitable for daily use. Because like any of the conditions most appropriate motor standarlah used for daily oprasional. If still want to modify the bike but with the condition should be used as a vehicle steadily oprasional daily, the best option is to make minor modifications. Changing tires, veld handlebar and the front or Menganti sockbreaker color and striping pattern into the most appropriate choice. Good luck!